Air Terjun 7 Tingkat, Pemandian Sang Putri Naga

Catatan: Iranda Novandi

UNTUK melengkapi cerita legenda Kota Naga, yang menjadi julukan Kota Tapaktuan, tidak salahnya jika berkunjung ke Air Terjun Tujuh Tingkat, yang terletak di Gampong Batu Itam berjarak 5 Km dari Tapaktuan ke arah Kota Subulussalam – Medan, Sumatera Utara.

Konon katanya dulu di sini adalah tempat pemandian Sang Putri Naga (Putri Bungsu) yang merupakan sebuah Mahakarya Naga Jantan. Suasana alamnya sangat asri dengan air yang sejuk dan dikelilingi hutan yang lebat dan terjaga baik.

Menuju ke lokasi air terjun tersebut, kita harus melalui perkampungan masyarakat dan melakukan pendakian sekitar 1 km. Namun, jangan kawatir. Saat ini pemerintah setempat sudah membangun jalan dengan aspal semen hingga ke lokasi tujuan. Sehingga bisa membawa kenderaan roda empat dan cukup membayar biaya parkir sebesar Rp5000,-.

Pemandian di tingkat ketiga dari air terjun tujuh tingkat
Pemandian di tingkat ketiga dari air terjun tujuh tingkat – FOTO h7 – iranda –

Dari atas pergunungan Batu Itam tersebut, mata kita bisa segarkan dengan pemandangan yang indah Teluk Katuang dengan laut yang biru. Katuan dalam bahasa daerah Jamee (Aceh Selatan) berarti Penyu. Sebab, daerah ini dulunya menjadi tempat bertelurnya para Penyu. Sayang, sekarang sudah teramat jarang ditemukan.

Sedangkan air terjun tujuh tingkat ini kita bisa melepaskan lelah dengan mandi di kolam. Dimana, di setiap tingkatnya terdapat kolam yang bisa untuk mandi. Mandi di bawah air terjun ini badan kita serasa di urut atau dipijit. Sehingga bisa melepas penat atau kelelahan setelah capek berkeliling Tapaktuan.

Baca Juga: Jejak Legenda di Negeri Naga

Hanya saja, bagi setiap pengunjung hanya bisa menikmari keindahan air terjun ini hingga tingkat ke lima saja. Untuk menuju tingkat ke enam, harus dilakukan dengan ektra ahti-hati karena harus mendaki perbukitan yang juram dan cadas. Sedangkan jika ingin ke tingkat ke  tujuh, harus menyusuri sungai jauh ke dalam hutan, setelah itu baru menemukan air terjun yang paling tinggi dari pada yang ada sebelumnya.

Bila, belum puas bermandi ria di air terjun tujuh tingkat, silahkan menuju tempat pemandian Ie Sijuk (air dingin) Panjupian. Pemandian ini terletak di Gampong Panjupian yang berjarak 7 Kilometer dari Tapaktuan ke arah Subulussalam – Medan. Pemandian ini merupakan pemandian air pegunungan asli yang langsung keluar dari mata airnya.

Pemandian Panjupian, Tapaktuan
Pemandian Panjupian, Tapaktuan. FOTO h7 – iranda –

Dari informasi yang diterima, air dari pemandian Panjupian ini mengandung Kalsium Karbonat (CaCO3) tapi aman bagi tubuh. Suhu airnya sejuk sekitar 15 drajat Celsius. Karenanya, bagi yang gak tahan dingin, hendaknya tidak usah mandi lama-lama, dikhawatirkan bisa sakit. Meskipun, pada dasarnya, air yang mengandung CaCO3 ini merupakan obat Asam Lambung.

Setelah puas, tidak ada salahnya kalau kita memanjakan pemandangan dengan menikmati keindahan pantai di Lhok Reukam. Lhok Reukam merupakan Kampung wisata di Aceh Selatan. Di pantai ini anda bisa melepas penat dan lelah.

Pasalnya, pantai ini sangat alami dan masih perawan, pasirnya putih dan sangat lembut, dan banyak dijumpai cangkang keong laut yang cantik. Kita juga bisa melihat aktivitas nelayan.

Di puncak gunung Lhok Reukam terdapat rumah persinggahan Bung Hatta. Dari prasasti yang tercatat di lokasi tersebut, Wakil Presiden pertama Indonesia, Drs Moh Hatta sempat singgah ke pondok dikawasan itu dalam perjalanannya mengelilingi Aceh pada tahun 1956.

Saat itu Jambo (pondok) tersebut hanya berupa pondok kayu kecil sederhana, tapi pada tahun 1996, LNG Arun memugar bangunan tersebut.

Sungguh mengasikan bukan. Untuk itu, andai nanti badai covid-19 ini sudah sirna, mari manjakan diri untuk kembali menjelajahi Tapaktuan, negeri penuh legenda. Ayo jelajahi nusantara[]

Facebook Comments
(Visited 123 times, 1 visits today)
189 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *