Masyarakat Aceh di Jerman Bantu Kampung Halaman Melawan Covid-19

halaman7.com – Banda Aceh: Masyarakat Aceh di Jerman, tidak tinggal diam. Mereka merasa terpanggil untuk membantu kampung halamanya yang sedang berjuang melawan teror Covid-19 yang sedang menghantui masyarakat Aceh.

Masyarakat Aceh di Jerman ini melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh menyumbangkan sejumlah kebutuhan yang diperlukan masyarakat Aceh dalam kondisi sulit menghadapi pandemic virus ini, seperti Alat Pelindung Diri (APD) bagi kalangan medis.

Saat menerima bantuan itu, Selasa 21 April 2020, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Banda Aceh mengajak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah Covid-19. Masyarakat yang mencari nafkah di luar diharapkan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menggunakan kacamata.

“Mohon jangan banyak berkeliaran, tapi rumah saja,” ujar Ketua Satgas IDI Kota Banda Aceh dr T Nanta Aulia SpOT K-Spine yang didampingi sejumlah pengurus IDI Banda Aceh usai menerima paket pangan, vitamin dan suplemen, dan alat pelindung diri (APD), untuk petugas medis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh di Sekretariat IDI Kota Banda Aceh.

Ia menjelaskan bahwa area wajah sangat perlu dijaga agar terhindar dari Covid-19. Ia turut mengajak masyarakat Aceh selaku umat Islam berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Kepala Cabang ACT Aceh Husaini Ismail menuturkan, bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat Aceh di Jerman. Ini merupakan wujud dukungan kepada para dokter di rumah sakit rujukan maupun di Puskesmas di Banda Aceh.

Kesadaran masyarakat mencegah covid-19 sangat diperlukan. Apalagi jumlah dokter di Aceh terbatas, terutama spesialis. “Ayo, tinggal di rumah saja. Biarkan dokter bekerja, atau biarkan kami bekerja mendukung para dokter,” ungkapnya.

Husaini mengatakan bahwa selain mendukung para medis, ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) se-Aceh masih terus mengimplementasikan program-program kemanusiaan untuk masyarakat. Misalnya dengan melaksanakan program operasi makan gratis, operasi pangan gratis, pembagian masker kepada masyarakat yang dijahit penjahit lokal.

Melalui operasi makan gratis, harapannya, masyarakat pekerja harian bisa mendapatkan makanan gratis dari warung yang sudah bekerja sama dengan ACT. Apalagi sejumlah warung mengalami penurunan pendapatan. Sehingga, selain membantu pekerja harian, bisnis pemilik warung ikut terbantu.

“Begitu juga dengan penjahit masker yang terberdayakan karena adanya orderan di tengah kondisi sulit ini,” ujar Husaini.[SP | Red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *