Langgar Protokol Kesehatan, GP Sesalkan Kebijakan Pemko Langsa

halaman7.com – Langsa: Kebijakan Pemko Langsa yang membuka objek wisata di daerah tersebut dalam kondisi wabah Covid-19 seperti saat ini kembali menuai kecaman dari elemsn masyarakat.

Lembaga Swadaya Masyarakat Gadjah Puteh (LSM GP)  menyesalkan sikap Pemko Langsa yang memberikan izin untuk membuka kembali objek wisata di saat kondisi pandemi Covid-19.

“Kita sangat sesalkan sikap Pemko Langsa yang memberi izin dibukanya kembali objek wisata di Kota Langsa, di tengah masyarakat sedang menghadapi penyebaran Covid-19,” ujar Direktur LSM GP, Sayed Zahirsyah Al-Mahdaly, kepada halaman7.com, Selasa 26 Mei 2020.

Menurutnya, pembukaan kembali objek wisata seperti hutan kota dan hutan manggrove, hal ini sama saja Pemko langsa telah melanggar protokol kesehatan yang digalakkan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Aceh.

Di tengah kondisi seperti ini seharusnya Pemko Langsa, bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti, social distancing, physical distancing, menggunakan masker dan cuci tangan.

Namun, dengan dibukanya kembali objek wisata sama saja pemerintah telah memberi contoh yang tidak baik kepada masyarakat.

Selain itu, pihak pengelola juga telah melanggar ketentuan yang telah mereka buat sendiri. Seperti,  pengunjung diwajibkan menggunakan masker, tapi kenyataannya setelah di pantau langsung ke lapangan, banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker dan juga tidak ada lagi jaga jarak sesama pengunjung.

Lebih anehnya lagi, dibukanya kembali objek wisata hutan kota, salah satunya pihak pengelola sudah tidak sanggup lagi membiayai hewan-hewan yang ada di hutan kota.

“Inikan aneh, demi hewan-hewan itu, pihak pengelola mengorbankan masyarakat,” ujarnya.

Bila alasan dibukanya kembali objek wisata, karena ingin menyelamtkan ekonomi masyarakat khususnya para pekerja yang selama ini mengantungkan hidupnya di hutan kota dan hutan manggrove, seharusnya Pemko Langsa bisa mencari solusi lain.

Dalam hal ini, lanjut Sayed, semua pihak tentunya tidak berharap ada kasus virus corona di Kota Langsa, apalagi paska dibukanya kembali objek wisata.

“Bila nantinya terjadi ditemukan kasus Covid-19, maka Pemko Langsa dan pihak terkait harus bertanggung jawab,” pungkas Sayed.[habib | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *