Ketua HPBM: Bimtek DPRK Terindikasi Cacat Prosedur

halaman7.com  Redelong: Pelisiran DPRK Bener Meriah kembali mendapat sorotan. Kali ini Ketua Umum Himpunan Pemuda Mahasiswa Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh Riga Wantona membeberkan kemungkinan Bimtek tersebut cacat prosedur dan terkesan dipaksakan.

“Kita menduga Bimtek tersebut dilaksanakan tanpa mengikuti aturan,” ungkap Riga melalui pers rilisnya yang diterima media ini, Jumat 18 September 2020.

Riga menjelaskan, jika anggaran untuk Bimtek ini di sahkan pada sidang KUA-PPAS 2020. Maka, dilihat dari sisi waktu antara sidang KUA-PPAS 2020 juga pergantian Sekwan, Bimtek tersebut berpotensi cacat prosedur.

“Tidak mungkin dalam waktu sesingkat itu pihak DPRK bisa menyiapkan Bimtek yang berkualitas. Kecuali Bimtek asal jadi,” ungkap Riga

Untuk itu, pihaknya meminta penegak hukum untuk mengusut hal ini. Ada indikasi penyalahgunaan anggaran pada kasus tersebut.

Riga melanjutkan, pelisiran yang di biayai negara tersebut bukanlah sesuatu yang penting mengingat kondisi daerah saat ini. Sebab, apapun alasannya, Bimtek tidak ada kaitannya dengan kondisi daerah saat ini.

“Bukankah DPRK masih melakukan Pansus? atau jangan-jangan Bimtek ini terkait dengan Pansus-pansus tersebut,” pungkas Riga.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *