Hati-hati Sajadah Bergambar Anjing

Catatan: Iranda Novandi

PADA Bulan Ramadhan seperti saat ini atau menjelang lebaran Idulfitri nanti. Salah satu kebiasaan kita sebagai umat muslim yakni membeli sajadah, yang digunakan untuk kebutuhan Shalat Tarawih atau nanti untuk Shalat Idulfitri 1442 H.

Kebiasaan kita saat membeli tersebut, kita lebih suka memilih sajadah yang bercorak atau bergambar yang identik dengan Islam. Seperti gambar masjid, Ka’bah dan lain sebagainya. Namun, tanpa kita sadari saat ini banyak beredar gambar atau motif/corak sajadah yang bergambarkan hewan, seperti anjing, babi, monyet dan lain sebagainya.

Beberapa hari lalu, saya menerima pesan dari grup WA mengirimkan sajah bergambarkan berhala atau mirip kepala anjing. Pesan WA tersebut sempat saya abaikan tak terlalu menghiraukannya.

sajadah yang terlanjur digunakan selama ini.

Tapi betapa terkejutnya saya, ketika sajadah yang selama ini saya pakai untuk shalat di rumah ternyata nyaris mirip dengan gambar yang dikirim via WA tersebut. Sajadah, tersebut mirip kepala anjing atau monyet yang sedang tersenyum dalam jumlah yang cukup banyak bahkan nyaris memenuhi sajadah tersebut.

Disitulah saya baru sadar, selama ini shalat di atas sajadah yang bercorak gambang anjing dan ternyata sangat banyak sajadah yang sejenis ini beredar bahkan ada di masjid-masjid.

Jika diamati, sajadah bergambarkan hewan tersebut secara khusus memang dirancang dan disebar ke pasaran. Bagi masyarakat yang tak sadar, mereka membelinya dan shalat di atas sajadah tersebut.

Di saat shalat, mungkin kita bisa melihat gambar-gambar tersebut, lalu mengamatinya, terus memperhatikannya hingga lupa dari shalatnya. Apa yang sedang dibacanya dan berapa rakaat yang telah dikerjakannya.

Walaupun ini terkesan perkara sepele. Namun yang pasti para pembuat sajadah ini jelas telah rancangan jahat mereka. Karenanya, diharapkan di dalam kehidupan sehari hari, kita semua lebih berhati-hati dan lebih peka.

Mungkin, ada sebagian kita pasti beranggapan, apalah arti selembar sajadah, karena yang penting itu shalatnya. Anggapan itu mungkin sah-sah saja. Tapi dalam berbagai refrensi menyebutkan hal ini harus diwaspadai. Sebab, tujuan dari sajadah bergambar ini adalah karena Zionis Yahudi ingin menyimpan dalam otak kita akan simbol mereka.

Secara tidak langsung otak kita akan merekam simbol itu, dan perlahan kita akan terus ingat simbol itu. Lalu ajaran yang mereka bawa akan sangat mudah meresap di otak ini karena sebelumnya kita sudah merekam simbol-simbol Zionis Yahudi itu dari sajadah yang kita gunakan setiap hari.

Untuk itu, saat bulan ramadhan seperti saat ini atau jelang lebaran Idulfitri nanti, hendaknya jika kita ingin membeli sajadah, belilah sajadah yang polos atau setidaknya tidak memiliki banyak gambar-gambar. Atau jika sudah terlanjur memiliki sajadah yang bergambar, bisa juga di sajadah itu di alasi dengan kain putih, seperti yang mungkin pernah kita lihat saat shalat di masjid.

Dari Aisyah ra ia berkata: Rasulullah SAW berdiri untuk shalat di kain yang ada ukirannya. Tatkala selesai shalat beliau bersabda: “Pergilah kalian dengan kain ini kepada Abi Jahm bin Hudzaifah dan datangkanlah kepadaku dengan kain tebal yang tidak ada ukirannya (anbijansyah). Maka sesungguhnya kain yang ada ukirannya itu telah menggangguku dalam shalat.”

Semoga Allah selalu melindungi kita, di mana pun kita berada. Dari segala bentuk penyesatan yang massif ini. Wallahu a’lam Bissawab.[]

Facebook Comments
(Visited 93 times, 1 visits today)
176 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *