Pemerintah Perketat Mobilitas Masyarakat Pada Arus Balik

halaman7.com Jakarta: Upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca libur lebaran. Pemerintah memperketat mobilitas masyarakat pada masa arus balik. Pengetatan ini dilakukan untuk masyarakat yang akan kembali ke Ibu Kota, Jakarta.

Demikian Talkshow “Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran” yang dilaksanakan secara virtual, Sabtu 15 Mei 2021 di Media Center Graha BNPB, Jakarta.

Target dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia maupun dunia, yaitu mengurangi laju penularan. Sehingga tidak membebani sistem kesehatan. Terpenting untuk melindungi kelompok rentan dari fatalitas risiko akibat Covid-19.

Secara empiris, seperti yang terjadi pada 2020. Pergerakan masyarakat diikuti dengan pola peningkatan kasus terkonfirmasi positif. Mengakibatkan melonjaknya keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit.

Bahkan juga memicu tingginya kematian dokter dan tenaga kesehatan. Meski saat ini control variable Covid-19 menunjukkan tren positif. Namun perlu kewaspadaan terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus secara signifikan selama satu bulan terakhir di beberapa provinsi di Sumatera.

Serta potensi penyebaran varian B1617 (India) yang mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan. Karena itu, seiring terjadinya pergerakan penduduk sebelum dan selama libur Idulfitri 1442 H. Serta mengantisipasi terjadinya pingpong kenaikan kasus di Sumatera dan Jawa yang saat ini sedang melandai. Pemerintah kembali menerapkan sejumlah kebijakan untuk mecegah peningkatan kasus selepas libur Idul Fitri 1442 Hijriyah.

INFO Terkait:

Bali dan Sumatera

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang saat ini berada di Bali untuk memonitor perkembangan arus balik di Bandara Ngurah Rai mengatakan pihaknya akan memperketat dengan pemeriksaan antigen untuk mereka yang akan bertolak dari Bali dan Sumatera.

“Untuk itu pihaknya saat ini sudah dapat bantuan alat antigen dari Kementerian Kesehatan,” sebutnya.

Sementara Ketua Satgas Covid-19/Kepala BNPB Doni Monardo yang saat itu berada di Pelabuhan Bakauheni mengungkapkan dengan meningkatnya kasus harian Covid-19 di Sumatera. Maka perlu dilakukan pengetatan untuk semua warga dari Sumatera yang akan masuk ke Jawa.

Adapun narasumber lainnya dalam talkshow tersebut, Airlangga Hartarto, (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian). Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), dengan moderator Prof Wiku Adisasmito (Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19).[Antoedy]

Facebook Comments
(Visited 26 times, 1 visits today)
85 views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *