Dakwah Copy Paste…?

Oleh: Jelita

TERNYATA jika kita kaji dan kita telusuri lebih dalam fakta menunjukkan bahwa ilmu agama islam itu sebenarnya awal mula copy paste dari masa ke masa, dari zaman ke zaman. Sampai akhirnya ilmu agama Islam sampai kepada kita.

Jelita

Ketika Muhammad menjadi seorang Rasul, maka untuk yang pertama kali Beliau mendapat pelajaran agama Islam dari wahyu yang diturunkan oleh malaikat Jibril, dan malaikat Jibril mendapat tugas dari Allah SWT.

Kemudian para sahabat mengcopas ilmu agama steap by steap dari Rasulullah SAW, yang dilanjutkan para tabi’in yang mengcopas dari para sahabat.

Proses selanjutnya adalah para tabi’ut-tabi’in mengcopas ilmu agama dari tabi’in. Dan dari tabi’ut-tabi’in inilah 4 imam madzhab mengcopas ilmu agamanya

Dari merekalah para ulama mendapatkan ilmu agama yang terus dicopas dan dishare dari masa kemasa sampai saat ini. Jadi yang namanya paste ya harus pas, gak boleh ditambah atau dikurangin.

Pokoknya ajaran islam ini wajib copas dari Nabi, jangan bikin inovasi sendiri.

Agama Islam itu sudah sempurna, tidak boleh ditambah dan dikurangi. Kewajiban umat Islam adalah ittiba’.

Allah berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“…Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu…” (Al-Maa-idah: 3)

Allah SWT telah menjelaskan di dalam Al-Qur-an bahwasanya kita diwajibkan mengambil dan mengikuti segala apa yang telah disabdakan dan dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ. Hal ini berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla:

مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barangsiapa yang mentaati Rasul (Muhammad) maka sesungguhnya ia telah mentaati Allah…”.[An-Nisaa’: 80]

Juga firman-Nya:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا

“…Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah…” [Al-Hasyr: 7]

Maka segala sesuatu yang telah dijelaskan oleh Sunnah Rasulullah, sesungguhnya al-Qur-an telah menunjukkannya pula. Karena Sunnah termasuk juga wahyu yang diturunkan dan diajarkan Allah SWT  kepada Rasulullah SAW. Sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ

“…Dan (juga karena) Allah telah menurunkan al-Kitab (Al-Qur-an) dan al-Hikmah (as-Sunnah) kepadamu …” [An-Nisaa’: 113]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: {ألا إنى أوتيت الكتاب ومثله معه}

Rasulullah bersabda: “Ketahuilah sesungguhnya aku telah diberi (oleh Allah) al kitab (al Qur’an) dan semisalnya (as Sunnah) bersamanya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan at Thabrani dari Al Miqdam bin Ma’dikarib)

Rasulullah bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak”.(HR Muslim no. 1718)

Rasulullah setiap memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan:

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan”.(HR Muslim no. 867)

Jangan malu mengcopas dan menshare ilmu karena dari ilmu kamu jadi tahu. Semoga bermanfaat.[]

Disari ulang dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *