halaman7.com – Riau: Sejumlah pimpinan dayah dari Aceh melakukan ziarah ke Makam Syekh Abdul Ghani Al-Khalidi di Kampar, Riau.
Syekh Abdul Ghani Al-Khalidi adalàh merupakan guru tarekat. Sedangkan Abuya Muda Waly seorang ulama besar Aceh.
Syekh Abdul Ghani Al-Khalidi merupakan ulama kharismatik yang begitu disegani dan dihormati masyarakat Kampar. Terkhusus di tempat kelahirannya di Batu Bersurat, XIII Koto Kampar.
“Kajian dan pemikirannya dalam bidang tasawuf, sampai hari ini masih dipertahankan dan dirawat pengikut tarekat Naqsabandiyah di sana,” ujar H Khairil, warga Aceh yang kini menetap di Riau, Rabu 29 Desember 2021.
Dikatakan, pengaruh Syekh Abdul Ghani bukan saja di daerah Kabupaten Kampar, tempat bermukimnya, sebagai ulama sufi. Gaung kehebatannya juga tersohor hingga ke semua daerah di Riau,daerah Sumatera Barat, bahkan sampai ke Aceh,
Salah satu murid beliau yang terkenal dan mendapatkan ijazah menyebarkan tarekat Naqsyabandi adalah Syekh Muda Waly atau di Aceh ulama ini lebih terkenal dengan nama Abuya Muda Waly Al-Khalidy.
Hubungan antara Abuya Muda Wali dengan Syekh Abdul Ghani, antara guru dan murid. Abuya Muda Waly menuntut ilmu kepada Syekh Abdul Ghani untuk dalam masalah tarekat. Hingga akhirnya Abuya mendapat ijazah Mursyid Naqsyabandi hingga kembali ke Aceh dan menyebarkan tarekatnya.
Hampir semua ulama Aceh bertarikat dan bersanad ilmu kepada Abuya Muda Wali Al-khalidy. Menurut informasi bahwa Gelar Al-khalidy Abuya Muda Waly adalah diambil dari gelar gurunya yaitu Syekh Abdul Ghani Al-khalidy.
Rumah Tahfiz
Sebelum ziarah, menurut Kharil melalui Tarmizi Age, pada Minggu 26 Desember 2021 rombongan ulama Aceh itu, mengunjungi Rumah Tahfiz Dhiayaul Qur’an Al Aziziyyah yang terletak di Komlek Permasa Center Pekanbaru, Riau.
Rumah Tahfiz Dhiayaul Qur’an AL Aziziyyah dipimpin Tgk Jufri Abdullah yang merupakan Alumni Dayah Mudi Mesra, Samalanga, Bireuen. Lembaga ini berada dibawah binaan Persatuan Masyarakat Aceh (Permasa) Provinsi Riau.
“Untuk saat ini Rumah Tahfiz ini sudah memiliki sejumlah murid dengan menggunakan metode belajar layaknya dayah-dayah tradisional plus di Aceh,” ujar Khairil.
Sejumlah pimpinan dayah asal Aceh yang berkunjung dan berzirah ke Riau ini, yakni; Sekjen Tastafi Aceh Utara, Waled T Zulfadli yang juga Pimpinan Dayah Keumaral Al-Aziziyah Landeng, Aceh Utara.
Abati Mukhtar Amin Pimpinan Dayah Al-Ihsaniayah, Bayu, Aceh Utara. Tgk Jufri Abdullah, Pimpinan Rumah Tahfiz Pekanbaru, Riau. Tgk Hamdani A Hamid (Pimpinan Dayah Alue Ie Mirah Panton Labu), Aceh Utara.
Drs H Azali Fuazi, Anggota DPRK Aceh Utara, Abu H Ismail (Ketua FKUB Aceh Utara), Abi Keumalamuddin (Pengurus NU) Aceh Utara, Tarmizi Amin (Ketua Permasa Kampar, Riau) serta Ummi Hj Cut Zurriyah, Ketua Kontak Majelis Taklim, Aceh Utara.[ril | red 01]
















