Disdikbud Aceh Besar Luncurkan Aplikasi AGP

Para guru memperlihatkan buku yang baru diluncurkan.[FOTO: h7 - ist]

halaman7.com – Aceh Besar: Dinas Pendidikan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Besar meluncurkan aplikasi Asosiasi Guru Penulis (AGP) Aceh 2022 di playstore.

Peluncuran aplikasi ini bersamaan dengan AGP Aceh Besar meluncurkan 3 buku karya guru yang ditulis 35 orang guru. Buku tersebut, yakni ‘Buku Kompilasi Puisi Pendidik Aceh Besar’, ‘Buku Kumpulan Cerpen’, dan buku non fiksi berjudul ‘Kemilau Pendidikan di Ujung Negeri’

Plt Kepala Disdikbud Aceh Besar, Agus Jumaidi SPd MPd, mengatakan Pemerintah Aceh Besar melalui Disdikbud mengapresiasi atas peluncuran 3 buku dan aplikasi AGP Aceh 2022 di playstore.

“Sebuah karya inovatif, kerja cerdas, dan kerja kreatif para guru yang tergabung dalam Asosiasi Guru Penulis Aceh Besar, dn kita patut memberikan apresiasi,” katanya, Senin 19 September 2022.

Agus mengajak dan mendorong para guru dari jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP supaya dapat menggenbangkan kreativitas, literasi dan kemampuan apapun yang dimiliki. Sebagai karya yang dapat dimanfaatkan orang lain khususnya peserta didik.

“Budaya menulis itu penting dan jadikanlah Aceh Besar menjadi Kabupaten berliterasi dengan banyaknya guru yang menulis,” harapnya.

Agus Jumaidi mengaku dengan banyaknya guru yang mampu menulis dan melahirkan buku. Maka dikemudian hari akan melahirkan juga siswa-siswa yang mampu menulis . Karena mereka akan mengikuti apa yang guru lakukan.

“Guru harus memberikan keteladanan dan menyebar virus menulis kepada para siswa,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Guru Penulis Aceh Besar, Jonny Rudiyanto memaparkan beberapa fitur yang ada di aplikasi android dapat dimanfaatkan. Baik itu berupa artikel dan lain sebagainya.

“Para pendidik dan siswa juga dapat mengirimkan karyanya melalui fitur didalamnya dan nanti akan terpublis di aplikasi tersebut. Sehingga bisa dengan mudah diakses dan dinikmati manfaatnya oleh para pengguna aplikasi, ” terang Jonny.

Baca Juga  Rima Jeune Juara Kampung Bebas Narkoba

Jonny berharap, aplikasi tersebut dapat menjawab tuntutan abad 21 yang serba berbasis digital. Hampir semua kalangan memiliki gawai sehingga diharapkan akan sangat membantu perkembangan literasi di Aceh Besar.

“Ini akan menjawab tuntutan zaman, yang serba berbasis digital,” tutup Jonny.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *