halaman7.com – Langsa: Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah mengumpulkan seluruh camat, bidan desa, dokter, geuchik (Kepala Desa), kepala sekolah dan OPD untuk membahas penanganan stunting di aula Cakradonya Langsa, Senin 5 September 2022.
Menurut Sekda, hal ini sangat penting guna menyelamatkan generasi bangsa. Persoalan stunting bukan persoalan pendeknya tubuh anak anak yang dikhawatirkan. Akan tetapi adalah persolan pertumbuhan dan perkembangan otak anak-anak generasi bangsa ini.
“Menyelamatkan pemimpin bangsa masa depan lebih penting,” ujar Sekda.
Karenanya ini sangat penting, persoalan stunting ini menjadi priorotas dan komitmen bersama untuk mengentaskannya.
Lanjutnya, dulu 3 tahun lalu , ditempat ini pernah dibahas persoalan Dana Desa yang cair pada Agustus. Namun setelah duduk dan membahas akhirnya dana desa cair pada Januari atau lebih cepat cepat 6 bulan.
“Semoga, hari ini dengan kita duduk kembali ditempat yang sama ini. Membahas stunting, persoalan stunting bisa kita tangani dengan baik,” ujar Sekda.
Lanjut Sekda, dana atau anggaran untuk penanganan stunting juga sudah ada dalam Dana Desa, APBK dan lainnya.
Realisasi ADD
Sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG ) Kota Langsa, Al Azmi SSTP MAP menjelaskan realisasi pencairan Dana Desa tahap 1 dan 2 di Kota Langsa tuntas.
Sementara untuk tahap ke 3 belum karena ada revisi Peraturan Menteri Keuangan, tanggal 26 Agustus 2022 dan PMK 28 Tentang pengelolaan dana desa.
Lanjut Kadis, hingga saat ini realisaai pencairan dana desa untuk Kota Langsa (66 gampong-red) telah mencapai 76, 72 persen atau sekitar Rp40 miliar lebih dari total ADD Kota Langsa Rp53 miliar lebih.[Antoedy]