Pemilihan Agam Inong Sedot Uang Aceh Rp1,4 M

Akademisi Unaya: Yang Penteng Bek Singet, Abeh Ube Abeh

ilustrasi

halaman7.com – Banda Aceh: Ajang pemilihan Agam dan Inong Aceh yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh pada 26-29 September 2023 di Banda Aceh. dahsyadnya, kegiatan ini menyedot anggaran Aceh sampai Rp1,4 miliar.

Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda, yaitu di hotel berbintang (opening ceremony) dan Balee Meuseuraya Aceh (malam penobatan agam-inong Aceh 2023).

Ajang pemilihan Agam Inong Aceh yang digagas dan dilaksanakan Disbudpar Aceh dengan peserta Agam dan Inong terpilih dari 23 Kabupaten kota se Aceh.

Akademisi Unaya, Usman Lamreueng mengungkankan even Rp1,4 miliar, menjadi satu kebangaan tersendiri. Sebagai rakyat patut berbangga, biarpun Aceh sedang tidak baik-baik saja ekonominya ditambah daerah termiskin di Sumatera, tapi setiap even dan festival yang digelar pasti anggarannya sangat fantastis.

“Dua bulan yang lalu festival vespa, bulan ini even pemilihan Agam dan Inong Aceh dengan anggaran Rp1,4 miliar,” ujar Usman, Jumat 29 September 2023.

Inilah Aceh Hebat, lanjut Usman, yang penteng bek singet, abeh ube abeh. Pokoknya even-even yang diprogramkan dengan anggaran fantastis dan miliaran. Pertanyaannya, apakah berdampak dan berbanding lurus dengan outcame? Sebagai bagian pencapaian sebuah program yang dicadangkan?

“Kita bukan tidak sepakat dengan acaran pemilihan Agam dan Inong Aceh. Tapi yang kita pertanyakan kenapa miliiaran anggaran dalam sebuah even,” tanya Usman.

Dikatakan, ajang pemilihan Agam dan Inong Aceh setiap tahun digelar dengan anggaran di tanggung melalui APBA. Padahal kegiatan tersebut bisa disokong melalui anggaran lain seperti dana CSR dari BMUD.

Usman melihat Disbudpar Aceh setiap tahun banyak program-program yang dibuat even dan festival, termasuk Duta Wisata. Pertanyaannya adalah Aceh tidak masuk dalam destinasi wisata nasional, dan pengelolaan infrastruktur wisata Aceh buruk. Jadi apa yang mau dipromosi oleh duta wisata.

Baca Juga  Pariwisata Aceh Belum Berkembang, Kenapa?

Sedangkan Aceh tidak masuk dalam destinasi wisata nasional, dan inrastruktur dasar wisata masih sangat bermasalah. Kenapa bukan ini dulu yang dibereskan? atau memang dinasnya tidak mampu?

Untuk itu, Usman menyarankan Disbudpar jangan hanya fokus pada acara even, festival dan promosi. Tapi harus juga diperkuat infrastruktur dasar wisata dan fasilitas lainnya. Karena memang infrastruktur dasar parawisata kurang sentuhan dan perhatian dinas terkait.

Tanpa ada pembangunan infrastruktur dasar, bagaimanapun cara promis dan festival dibuat tidak akan ada bertambah kunjungan wisatawan nasional dan internasional.

“Ini yang sedang terjadi pada pemerintah Aceh banyak program yang dicetuskan sering tidak sesuai dengan apa yang diinginkan rakyat Aceh,” pungkas Usman.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *