halaman7.com – Aceh Tengah: Berangkat dari ketulusan dan keikhlasan untuk membangun Aceh Tengah yang lebih baik. Calon bupati Aceh Tengah nomor urut 1, Bardan Saidi akan memberi kewenangan besar bagi wakilnya, Karimansyah bila, bila kelak Allah mentakdirkan pasangan Bardan-Kariman (Beriman) mendapat amanah menjadi pemimpin di Aceh Tengah.
Setidaknya ada tiga hal utama dan besar akan menjadi kewenangan Karimansyah kelak sebagai wakil bupati. Artinya, Kariman bukan hanya sebagai ban serap dengan spesialis potong pita di pemerintahan Aceh Tengah, periode 2024-2029.
Tiga hal utama itu menurut Bardan Sahidi dalam melakukan power sharing, dengan memberikan mandat sepenuhnya kepada Karimansyah untuk menata birokrasi, menata keuangan daerah, mengadministrasikan seluruh kegiatan pemerintahan.
“Ada yang didelegasikan, ada yang ditribusikan, ada yang dikoordinasikan. Untuk fungsi koordinasi mudah diucapkan sulit dilaksanakan. Untuk yang sulit saya akan pikul itu,” tegas Bardan, Minggu 6 Oktober 2024.
Bardan akan berkoordinasi dengan berkomunikasi dengan pemerintah atasan. Karena Bardan sadar dan sangat tahu kabupaten itu adalah daerah bentukan. Pemerintah tahu berapa semua pembiayaan, belanja yang tertuang dalam DAU dan DAK.
Karenanya dari pengalaman yang yang dimilikinya, Bardan akan berkomunikasi aktif dengan pemerintah provinsi, dengan kementerian dan lembaga, dan mitra kerja di DPR RI. Kemudian berkoordinasi dengan instansi vertikal yang ada di daerah.
“Sementara itu, untuk urusan rumah tangga, satuan kerja perangkat daerah, TAPD, sekretariat daerah dan halamannya ini mutlak dilakukan Pak Karimansyah,” ujarnya.
Hal ini juga telah diungkapkan Bardan saat podcash di Beriman TV yang dipandu Syaiful Hadi JL beberapa waktu lalu.
Jawaban lugas Bardan itu, bermula saat Saiful Hadi bertanya, jika terpilih nanti, biasanya Bupati dan Wakil Bupati rukunnya hanya setahun. Setelah itu wakil bupati akan menjadi asing sendiri, hanya menjadi simbol, guting pita di acara seremoni.
Mendengar pertanyaan itu, Bardan Sahidi menjawab, “MasyaAllah, jauh prediksi, dan semoga kami terhindar dari fitnah yang sedemikian,”.
Sosok Kariman di Mata Bardan
Menurut Bardan, proses menggandeng Karimansyah sebagai calon wakil bupati, dari proses yang panjang.
“Saya, mengenal Pak Kariman sejak beliau jadi Camat. Pernah kami satu atap, beliau menjadi birokrat senior ketika menjadi Sekwan. Saya belajar banyak dari pak Kariman,” beber Bardan.
Dikatakan, dari perenungan yang mendalam ia dan partai bertekad koalisi ini harus terbentuk, chemistrynya harus terbangun, untuk Aceh Tengah lebih baik.
“Sedikitnya ada 3 variabel kenapa pak Kariman yang terpilih. Pertama, pasangan Beriman merupakan bertemunya politisi dan birokrat,” ujarnya.
Variabel yang kedua adalah bertemunya semangat anak muda milenial dan bijaknya nasehat petuah orang tua dan ketiga, bertemuanya ruh semangat ulama dan umara ini yang memotivasi Bardan Sahidi.[ril | red 01]