halaman7.com – Purbalingga: Tradisi menyambut Ramadhan di desa desa serta di kota, tentu saja berbeda. Di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, ada pondok-ponfok pesantren besar yang rutin dalam menyambut Ramadhan.
Mulai dari acara ziarah kuburan (nyadranan), tutup majelis takliman, khataman pondok pesantrenan. Ponpes Darussalam (Cipawon), Darul Abror (Kedungjati), Ponpes An Nur, Minhajuth Tolabah (Kembangan), Darul Islah (Karanggedang).
Acara dari Khataman pondok, Harlah pondok ziarah muasyis dan masyayikh pondok serta tradisi nyadran yang lekat di masyarakat Nahdliyin Bukateja juga sangat lekat dari tradisi maulidan, tawasulan, istighosahan, sholawatan, ziarah kuburan, khataman quran dll.
Puluhan ribuan jamaah dari berbagai daerah Bukateja dan sekitarnya di Kabupaten Purbalingga di penghujung bulan Februari 2025, dihibur dengan acara pentas seni, karnaval gunungan, manching band banser dari Wonosobo, sholawatan dalam rangka memeriahkan Khataman Qur’an Ponpes Putri Putri (PPP) Nurul Quran, Kedung Jati, Kecamatan Bukateja yang diasuh, Drs KH Arif Mishofiq bin KH Ihsannudin.
Acara yang digelar sejak bada Isya itu di halaman pondok pesantren Nurul Quran. Selain diisi dengan penampilan drum band, pencak silat, pentas seni, kentongan, shalawatan dengan grup hadroh Arju Syafaah dan al Hidayah.
Acara ini dikawal ratusan Banser gabungan yang ada di Bukateja dan sekitarnya, yang mengawal di tiap kontingen peserta festival budaya. Terpantau bahkan gabungan Banser NU dari 4 Kabupaten yakni Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo.
Sepanjang 2 kilometer arah jalan menuju pondok menjadi arena festival budaya, pentas Seni dan pasar rakyat tiban di penghujung bulan Syakban.Kegiatan rutin khataman Ponpes yang dahulu di asuh KH Ihsannudin dan Nyai Hj Qomariyah (alm) yang ke 34.
Di Ponpes ini, setiap tahun ini terasa istimewa tidak saja dengan acara Khotmil Quran, ziarah kubur ke Masyayikh di kompleks makam Pondok Pesantren Putra Putri (PPP) Nurul Qur’an Bukateja. Silaturahmi alumni ponpes serta tentu saja menjadi hiburan warga sekitar yang datang dari seluruh penjuru tanah air.
Jelang memasuki bulan puasa yang jatuh pada 1 Ramadan 1446, digelar acara tarawih selepas isya yang bersambung dengan takhiran (pembagian hidangan makan persiapan sahur) dan bersambung acara ting tung (tarling tetabuhan pembangun jelang waktu makan sahur.
Sebagaimana, hasil sidang Isbat Kemenag RI awal Ramadhan 1446 H, Menteri Agama menyampaikan, Aceh saja yang terlihat dengan posisi hilal 3.51° dan Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1446 H jatuh Sabtu 1 Maret 2025.[Aji Setiawan | red 01]