Jalan Lingkar Kabupaten Gayo Lues Terbengkalai

Kondisi jalan Lingkar Gayo Lues.[FOTO: h7 - kasimsyah]

halaman7.com – Gayo Lues: Pembangunan jalan lingkar Gayo Lues, kini terbengkalai dalam kondisi memprihatinkan.  Dimana semak belukar mulai tumbuh di sisi kiri-kanan jalan bahkan nyaris menutupi badan jalan.

Kondisi ini bukan saja menghambat pengguna kenderaan baik roda dua maupun roda empat. Bahkan terkesan angker jika melintas pada malam hari. Warga  disekitar lokasi yang ditemuai mangaku sangat menyangkan kondisi ini terjadi.

Pasalnya, ruas jalan lingkar ini salah satunya merupakan akses ke perkebunan kopi milik masyarakat. Dimana sebagaimana diketahui, kebun kopi merupakan andalan komoditi masyarakat setempat.

Suhardi ST

Kepala Bidang Bina Marga Perencanaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas PUPR Kabupaten Gayo Lues, Suhardi ST yang ditemuai, Rabu 11 Juni 2025 mengaku Jalan lingkar tersebut saat ini tidak dapat dilakukan perawatan karena keterbatasan anggaran 2025 ini.

Meskipun begitu meski taka da anggaran kabupaten, Suhardi mengatakan, pihaknya dari PUPR Gayo Lues, telah mengusulkan anggaran perawatan ke pemerintah pusat. Diharapkann nantinya kondisi jalan tersebut daerah bisa diatasi dengan baik.

Terlebih lagi jaan tersebut terhubung ke objek wisata yang ada di Kabupaten Gayo Lues.dengan begitu diharapkan orang yang berkunjung ke Gayo Lues bisa mudah mengakses objek wisata di sekitaranya.

Selain itu perawatan jalan ini juga sangat penting, karena merupakan jalan menuju areal kebun milik masyarakat yang setiap hari mengais rezeki melalui budidaya tanaman kopi dan lainya.

“Perkebunan merupakan salah satunya sebagai pendorong ekonomi di negeri seribu bukit kabupaten Gayo Lues,“ jelas Suhardi.

Suhardi berharap pada tahun ini jalan-jalan lingkar kabupaten lebih kurang 100 kilometer, dimana 50%-nya masih kondisi tanah dan 50 % telah di aspal.

Baca Juga  Dusta yang Diperbolehkan

“harapan kami hal ini mendapatkan perhatian serius dan dana kucuran untuk rekontruksi dari pemerintah pusat.Sehingga kelancaran bagi masyarakat beraktivitas di daerah dengan sebutan seribu hafidz, ini bisa terwujud,” pungkas Suhardi.[kasim syah | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *