Basarnas Aceh Catat Sudah 24 Orang Meninggal Dunia akibat Banjir

halaman7.comBanda Aceh: Badan SAR Nasional (Basarnas) Aceh mencatat sudah 24 warga Aceh yang meninggal dunia akibat bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh dalam beberapa hari terakhir

Perkembangan Operasi SAR yang ditangani Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, hingga Sabtu 29 Nopember 2025, pukul 17.00 WIB terungkap Kantor Basarnas Banda Aceh melaksanakan 6 Operasi SAR di wilayah Provinsi Aceh.

Kantor SAR Banda Aceh, meliputi Pidie dan Pidie Jaya. Unit Siaga SAR Bireuen meliputi seluruh wilayah Bireue. Pos SAR Langsa meliputi kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Kemudian Pos SAR Kutacane meliputi wilayah Aceh Tenggara. Pos SAR Meulaboh meliputi Meulaboh dan Nagan Raya.

Hingga Sabtu, 29 nopember 2025, tercatat jumlah korban yang telah dievakuasi sebanyak +- 1.082 jiwa, diantaranya 1.051 jiwa berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara 24 orang meninggal dunia dan 7 orang masih dalam pencarian.

Rincian informasi korban yang berhasil dievakuasi du Kabupaten Pidie 127 orang selamat, di Pidie Jaya berhasil dievakuasi 510 orang, 3 orang diantaranya meninggal dunia.

Lalu di Bireuen 142 orang dengan korban meninggal dunia sebanyak 11 orang⁠ meninggal dunia dan 1 orang masih dinyatakan hilang.

Di Aceh Tenggara dievakuasi 130 orang, 10 orang meninggal dunia dan: 6 orang masih hilang. Kemudian di Aceh Barat yang sudah dievakuasi sebanyak 173 orang

Kantor Basarnas Banda Aceh selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dengan seluruh Potensi SAR yang ada di wilayah terus berupaya menjangkau seluruh masyarakat yang terjebak banjir untuk dapat menjangkau agar bisa melakukan pertolongan dan evakuasi ke temapat aman.

Basarnas Banda Aceh merencanakan Operasi lanjutan dengan skala prioritas terhadap tempat yang terisolir/tidak dapat diakses melalui jalur darat.[andiniva | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *