Mengenal Sofyan Griantara, Ketua Keluarga Negeri Antara yang Baru

_sofyan griantara yang berada di posisi tengah.[FOTO: h7 - dok kna]

HUJAN yang membahasi bumi Instalasi Rehabilitasi Terpadu RSJ Aceh yang berlokasi di kawasan Samahani, Kabupaten Aceh Besar, seakan membakar semangat para masyarakat Gayo dari Kabuapten Bener Meriah dan Ach Tengah yang kini menetap di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Di Bawah atap megah, bagunan yang diresmikan pada 16 April 2025, ratusan warga berkumpul dalam semangat kebersamaan. Dengan satu tujuan untuk mrmilih sosok baru yang bisa menjadi nahkoda, paguyuban yang bernama Keluarga Negeri Antara (KNA).

Setelah 10 tahun berlalu, KNA di bawah komando Jamhuri Ungel, seorang akademisi, dosen UIN Ar-raniry Banda Aceh. Kini sejak 2025 hingga 2030 nanti, tongkat komando di kendalikan seorang praktisi dan professional perbankan, yakni Sofyan Griantara.

Pada Mubes, Minggu 23 Nopember 2025 tersebut, sebenernua sempat muncul 4 calon calon ketua. yakni Sofyan Griantara, Dr Harbiyah, Ikhwanul Fitri, dan Arifin. Namun dalam sidang calon, menetapkan Sofyan sebagai ketua artinya 4 calon lainnya mengundurkan diri.

Atas keputusan itu, pemimpin Sidang Mahdi Bahtera, beserta 4 lainnya mengumumkan Sofyan Griantara terpilih sebagai Ketua umum KNA. Sebagai ketua yang baru Sofyan diberi tugas membentuk formatur untuk susunan pengurus KNA periode 2025-2030.

Lalu siapa sebenarnya Sofyan Griantara?

sofyan griantara bersama keluarga.[FOTO: h7 – dok pribadi]
Sofyan bukanlah orang baru bagi masyarakat Gayo perantauan yang kini berada di ibukota Provinsi Aceh, Banda Aceh dan Aceh Besar.  Sofyan dikenal sebagai professional dikalangan Perbankan.

Pria kelahiran dan besar di Takengon, Aceh Tengah pada 1969 ini, pernah menjabat jabatan strategis di salah bank ternama di tanah air. Posisi tertinggi Sofyan penduduki posisi Branch Manager Bank KB Bukopin Aceh.

Selepas menamat sekolah lanjutan atas di SMAN 1 Takengon, Sofyan melanjutkan study di Fakultas Ekonomi Hukum Unsyiah, nama USK kala itu dan juga pascasarjana di kampus yang sama Sebagai jebolah fakultas ternama dari universitas terbaik di Aceh, mengantarnya masuk ke jejang karir dunia kerja. Hanya saja, bukannya jadi hakim atau pengacara, Sofyan malah berabh ke dunia perbankan. Hingga bisa jadi orang nomor satu di Bank Bukopin Aceh.

Baca Juga  Bupati Mursil: New Normal untuk Perbaiki Perekonomian Masyarakat

Kini, selepas purnatugas di Perbankan, tetap menetap di salah satu kawasan di Kota Banda Aceh. sambil menyalurkan hobinya memelihara ayam hutan, guna mengisi waktu sengang bersama keluarga.

Ayah tiga anak ini juga ternyata bukan hanya pinter menghitung dan menganalisis kalkulasi perbankan atau mengulik pasal-pasal KUHAP. Ternyata, Sofyan juga seorang penyair. Kesukaannya pada dunia sastra, bukanlah dadakan, melainkan sejak remaja sudah menggemarinya.

Dimana puisi-puisinya sering diterbitkan di media online lisntasgayo.co dan lintasgayo.com serta puisi-puisinya juga pernah dimuat atau dibukukan dalam antologi puisi “Secara Kopi” bersama puluhan penyair Gayo, Aceh dan Nusantra.

Kini selain pengabdiannya sebagai dosen disejumlah universitas di Banda Aceh, tanggungjawab besar kembali diembannya menahkodai, KNA untuk tetap bisa berlayar pada khitahnya.

Ring.. ring… ring
Peteri bensu beriring…
Awan bersenandung purba
Agar kami betah berdidong.(penggalan puisi “Kopi Awan Reje” yang diciptakan Sofyan di Banda Aceh pada 2012).[iranda novandi]

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *