Catatan: Eddyanto SST
PULUHAN pedagang kakilima (PK5) Kota Langsa kembali menaruh asa, memulai kehidupan mereka kembali pascaistirahat panjang akibat bencana alam banjir bandang hidrometeorologi yang melanda kota ini dan belahan kabupaten/kota lainnya.
Hampir sebulan sejak musibah itu terjadi pada 26 Nopember 2025 lalu, sebagian dari mereka terpaksa menutup usaha jajanan kuliner yang mereka tekuni. Aneka makanan dan minuman yang menopang hidup mereka selama ini, terhenti seketika.

Salah seorang pedagang, Andi yang sehari harinya berjualan es teh manis/poci yang mangkal diseputaran jalan T Chik Thayeb Langsa atau simpang tiga Kantor Bea Cukai dan SDN 5 membenarkan kondisi terpuruknya para pedagang ini.
“Saya pribadi sejak banjir melanda Kota Langsa sudah lebih seminggu tidak berjualan. Namun Karena stok keuangan makin menipis dan kondisi serba sulit, akhirnya saya mulai berjualan kembali pasca seminggu banjir surut,” cerita Andi.
Itupun berjualan tidak ditempat lama yang selama ini mereka mangkal dikarenakan kondisi jalanan pun masih penuh air dan lumpur.
Biasanya pembeli.kami didominasi anak anak sekolah dan pekerja kantoran, namun karena sekolah diliburkan akibat banjir, akhirnya sembung Andi, dia dan teman teman lain mulai berjualan diseputaran SPBU Harapan Langsa.
Kala itu, pasca banjir surut beberapa hari dan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) belum normal, antrian panjang warga membuat dagangan kami sedikit diuntungkan, laku keras terutama minuman.
“Hargapun saat itu lebih dari harga normal sebelum banjir dan tetap diburu para pengantri BBM,” cerita Andi.[]

















