halaman7.com – Aceh Tengah: Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK) Dr Evi Ramadani menekankan pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana. Hal ini harus segera diarahkan pada penguatan mata pencaharian dan kemandirian warga. Agar tidak terus bergantung pada bantuan darurat.
Hal ini disampaikan Dr Evi Ramadhani SSi MSi pada forum diskusi Keluarga Negeri Antara (KNA) bersama unsur pemerintah daerah Kabupaten Aceh Tengah dan masyarakat di Aula Badan Keuangan Aceh Tengah, Takengon, Sabtu 10 Januari 2026.
Menurut Evi Ramadani, dampak bencana tidak hanya berupa kerusakan aset dan fasilitas, tetapi juga hilangnya pendapatan masyarakat serta terganggunya rantai pasok. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut, risiko pengangguran akan meningkat dan berpotensi memperparah kondisi sosial ekonomi daerah.
Dijelaskannya, dalam sistem ekonomi terdapat tiga aktor utama yakni pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Dampak paling berat justru dirasakan masyarakat dan pelaku usaha kecil. Karena itu, fokus pemulihan harus diarahkan pada penguatan ekonomi rumah tangga dan UMKM.
Beberapa strategi yang disarankan antara lain program padat karya, pelatihan keterampilan kerja, bantuan modal dan peralatan usaha, serta bantuan tunai sementara. Selain itu, pengembangan usaha rumah tangga juga dinilai penting untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat dari level paling dasar.
Untuk sektor UMKM, Evi mendorong adanya relaksasi pajak dan retribusi sementara, serta aktivasi kembali pasar lokal di lokasi yang aman dari risiko bencana. Penataan lokasi pasar harus memperhatikan aspek keselamatan agar tidak menimbulkan risiko baru di masa depan.
Sebagai langkah awal, Evi menekankan pentingnya pendataan wilayah terdampak berat, sedang, dan ringan agar kebutuhan anggaran dapat dihitung secara akurat.[ril | red 01]

















