SETELAH lebih dari 44 hari bencana di Gayo (Aceh Tengah dan Bener Meriah) bisa dikatakan, progress penganannya masih tergolong lamban. Kondisi ini sangat terasa saat melihat kondisi real di lapangan.
![Masjid Ridwan Kampung Rawe.[FOTO: h7 - dok iranda novandi]](https://halaman7.com/wp-content/uploads/2026/01/bencana-gayo_2.jpg)
Masjid Ridwan Kampung Rawe.[FOTO: h7 – dok iranda novandi]Pemulihan infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan trauma heling masih jauh dari harapan. Gayo masih butuh kerja keras dan ekstra, agar bisa mengembalikan kondisi yang bisa dikatakan normal. Hal ini tak bisa hanya dilakukan pemerintah saja, namun oleh semua pihak.
Salah satunya seperti yang dilakukan Keluarga Negeri Antara (KNA) yang terjun langsug ke lapangan dengan membawa para pakar (professor)/ guru besar USK dan pada Doktor ahli di berbgai bidang diantaranya Doktor bidang kebencanaan. guna memetakan apa yang harus dilakukan dan langkah tepat dan akurat saat nantinya dilakukan saat rehab/rekon pascabencana.
Satu diantaranya bukti nyata yang telah dilakukan KNA bersama Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) membangun instalasi air bersih di sejumlah titik lokasi bencana.



















