halaman7.com – Aceh Tengah: Menghadapi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah pascabencana, Keluarga Negeri Antara (KNA), boyong sejumlah pakar, untuk pulang kampung.
KNA merupakan paguyuban masyarakat Gayo di Banda Aceh dan Aceh Besar, sangat ingin berkonstribusi membangun Aceh Tengah dan Bener Meriah pascabencana. Hal itu dimulai dengan membuka donasi sejak awal bencana.
Kini seraya mengantar bantuan, KNA sekaligus mengajak para yang terdiri dari para akademisi bergelar profesor asal untuk melihat langsung kondisi kedua daerah yang terisolir tersebut.
“Alhamdulillah bapak-bapak kita sangat antusias bisa melihat langsung kondisi pasca bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah,” kata Ketua Umum KNA, Sofyan Griantara setiba di Takengon, Selasa 6 Januari 2026.
Sofyan menyebut, sebelumnya para akademisi asal Gayo sudah menggelar diskusi untuk mencari solusi percepatan Pembagunan wilayah yang terdampak, baik sarana publik maupun insfrastruktur.
“Dari diskusi yang dihadiri 8 guru besar itu melahirkan rekomendasi yang akan diserahkan langsung pada pemerintah daerah Aceh Tengah dan Bener Meriah,” ujarnya.
Menurut Sofyan, kehadiran ahli sangat penting dalam situasi ini, apalagi kerusakan bukan hanya fisik tetapi juga psikososial.
“Ini penting Penaganan yang tepat dan yang paling penting kajian yang diberikan memang dari ahlinya,” ujarnya.
Dalam kunjungan ini, Ketua KNA yang didampingi Sekretaris Umum Sahdansyah dan rombongan turut menyertakan Prof Dr Ir Alfiansyah Yulianur BC IPU ASEAN Eng, Prof Dr Darmawan SH MH, Prof Dr Ir Sofyan M Saleh MScEng dan Ir Ruslan A Gani Dpl MEng, yang juga mantan Bupati Bener Meriah.
Dijadwalkan hari ini, akan menyusul pulang kampong dan berkomitmen untuk Tanoh Tembuni, Prof Dr M Din SH MH, Prof Dr Ridwan Nurdin MCL, Prof Dr Ali Abubakar MAg, Prof Dr Analiasyah MAg, Prof Dr Yosi Diantimala SE Mak, Prof Dr Ir Yuliani Aisyah STP MSi. Prof Dr Ir Yurliasni MSc, Prof Dr Murna Muzaifa STP MPd, dan Prof Dr Samingan MSi.[andinova | red 01]

















