Lara Pergantian Tahun di Aceh yang Dibalut Luka

ilustrasi

Pembaca halaman7.com yang berbahagia dan senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

DI ACEH, mungkin bagi sebagain orang perayaan pergantian tahun 2025-2026 terasa hambar. Tidak ada kembang api, tidak ada letusan mercon dan tak aja juga yang namanya pesta tahun baru.

Bencana alam yang melanda 18 kabupaten/kota dan terdampak juga bagi 5 kabupaten/kota lainnya telah meninggalkan luka yang mendalam. Lebih dari 500 orang meninggal dunia akibat bencan banjir raya ini. Ribuan orang kehilangan tempat tinggal, dan hingga saat ini masyarakat yang terdampak langsung masih berjuang untuk bisa bangkit.

Tidak ada pesta, tidak ada kembang api, hanya kesunyian dan doa. Masyarakat Aceh memilih untuk mengenang para korban dan memberikan dukungan bagi mereka yang terdampak.

2026 masih terasa suram, tahun yang penuh tantangan dan kesulitan. Di awal tahun masehi ini, bagi sebagian masyarakat mungkin hanya pergantian kelendar dan pengunglangan tanggal seperti tahun sebelumnya.

Bahkan, banyak yang harus dimulai dari titik nol kehidupan, dengan menata ulang hidup untuk bisa segera bangkit demi diri sendiri dan kaluarga tercinta yang selamat dari amukan banjir raya dan tanah longsor.

Namun yang pasti. Di tengah kesulitan, masyarakat Aceh menunjukkan kekuatan dan ketangguhan. Mereka bersatu, saling mendukung, dan berdoa untuk pemulihan. Semoga 2026 membawa harapan baru dan kebangkitan bagi Aceh.

Sekiranya ada beberap poin penting agar Aceh bisa bangkit di 2026, beberapa solusi atau poin penting yang bisa dilakukan, diantaranya:

  1. Rehabilitasi dan Rekonstruksi: Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk merehabilitasi dan merekonstruksi infrastruktur yang rusak. Percepatan pembangunan rumah bagi korban yang terdampak langsung tak bisa ditawar-tawar, melainkan harus segera dilakukan.
  2. Dukung Ekonomi Lokal: Pemerintah dan masyarakat harus mendukung ekonomi lokal dengan membeli produk-produk lokal dan memulai usaha kecil-kecilan. Pemulihan ekonomi lewat usaha kecil atau home indrustri ini menjadi bagian penting dalam upaya memulihkan pereskonomian masyarakat yang terpuruk
  3. Pendidikan dan Pelatihan: Pendidikan harus tetap berjalan. Sebagaimana diketahui, saat ini ratusan sekolah hancur akibat banjir raya. Disamping itu pelatihan baru harus ditingkatkan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat yang terdampak dan pemerintah juga harus membuka dengan meningkatkan kesempatan dan peluang kerja.
  4. Kesiapan Bencana: Masyarakat harus siap menghadapi bencana. Edukasi kebencanaan juga harus ditingkatkan, hingga kesadaran dan kesiapan bencana bisa mengurangi dapka resiko bencana itu sendiri.
  5. Dukungan Psikologis: Dukungan psikologis harus diberikan kepada masyarakat yang terdampak untuk membantu mereka mengatasi trauma.
Baca Juga  Sabang Tuanrumah untuk Tiga Cabor PON

Dengan kerja sama dan ketangguhan, Aceh bisa bangkit dan menjadi lebih kuat pada 2026 ini. Semoga tahun baru membawa harapan dan kebangkitan bagi masyarakat Aceh.[h7]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *