halaman7.com – Banda Aceh: Salah satu perusahan tambang PT Tiara Marga Trakindo (TMT) memberikan bantuan bagi korban banjir di Aceh sebagai bentuk bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar.
Sebagaimana diketahui, PT TMT adalah sebuah perusahaan asal Jakarta yang bergerak di bidang pertambangan, logistik, dan penjualan alat berat. Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, di Kantor Gubernur Aceh, Rabu 14 Januari 2026.
Bantuan yang disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Human Initiative ini akan digunakan untuk membentuk berbagai program penanganan korban banjir di sejumlah wilayah Aceh. Selain dana tunai, TMT juga memberikan bantuan sandang dan pangan bagi masyarakat terdampak.
Bantuan diserahkan Perwakilan Manajemen TMT Group, Iwan Hermawan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Perwakilan TMT Group, Anggun Fariza; Branch Head Trakindo Aceh, Fikri Mukhlis; Vice President Human Initiative, Romi Ardiansyah, serta Vice President Human Initiative, Andjar Radite.
Sekda Aceh M. Nasir menyampaikan apresiasi atas kepedulian dunia usaha dan lembaga kemanusiaan dalam membantu masyarakat Aceh yang terdampak banjir. Pemerintah Aceh terus mengajak organisasi masyarakat sipil (CSO) dan dunia usaha untuk berpartisipasi aktif dalam penanganan dampak bencana.
“Kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk merevisi program CSR-nya, dari kegiatan rutin menjadi kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bagi korban banjir,” kata M Nasir.
Sekda juga menjelaskan progres penanganan bencana yang tengah dilakukan Pemerintah Aceh. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah proses pembersihan pascabanjir karena keterbatasan lokasi pembuangan lumpur yang memadai.
Disebutkan jumlah rumah rusak akibat banjir di Aceh mencapai sekitar 145 ribu unit, dengan data yang masih terus bergerak naik turun.
Mengingat bulan Ramadhan yang semakin dekat, M Nasir berharap TMT dan Human Initiative dapat berpartisipasi dalam pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak.
Selain itu, Sekda juga mendorong adanya program cash for work bagi korban banjir yang belum memperoleh bantuan uang harian dari pemerintah.
Ditgaskan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga kemanusiaan sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran.[ril | red 01]

















