Posko Bencana Keluarga Negeri Antara Peduli Tanoh Tembuni Ditutup

bantuan ke desa Wih Lah.[FOTO: h7 - dok kna]

halaman7.com – Banda Aceh: Posko Bencana Keluarga Negeri Antara (KNA) Peduli Tanoh Tembuni telah berakhir dan resmi ditutup pada Minggu, 25 Januari 2026.

Penutupan Posko ini disekapati berdasarkan hasil rapat dan evaluasi yang dilakukan pengurus KNA di Posko Peduli Tanoh Tembuni, di kawasan Limpok, Darussalam, Sabtu 24 Januari 2026, sore.

Ketua Posko Peduli Tanoh Tembuni, Ramlan Paradiso mengatakan, sejak poko kemanusia bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsong untuk dua kabupaten, yakni Aceh Tengah dan Bener Meriah dibuka sejak akhir Nopember 2025.

Selama masa penggalangan bantuan dan donasi, posko peduli tanoh tebuni telah menyalurkan 4 kali bantuan ke Bener Meriah dan Aceh Tengah. Tiga kali bantuan di salurkan via Lanud SIM dengan menggunakan helikopter sedangkan bantuan terakhir disalurkan dengan mengantar langsung bantuan bagi korban bencana di Aceh Tengah dan Bener Meriah, pada 7-10 Januari lalu.

Selain bantuan lansung, KNA bersama Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) juga membangun penyulingan air bersih di sejumlah kawasan Bencana di dua kabupaten tersebut.

Ketua Umum KNA, Sofyan Griantara menyampaikan terimakasih dan apresiasi bagi semua pihak donator yang telah meringankan sedikit beban para korban bencana. Terimaksih juga untuk para panitia Posko dan seluruh anggota KNA yang telah bekerja maksimal selama Posko Peduli Tanoh Tembuni berjalan hingga berakhir saat ini

“Berejin ke para donator, buge bantuane si kite osah berkah (terimakasih untuk semua donator, Insyallah semua bantuan yang kita berikan mendapat berkah dari Allah),” ujar Sofyan.

Menurut Sofyan, meskipun Posko Peduli Tanih Tembuni telah berakhir, namun KNA tidak tinggal diam untuk selanjutnya. KNA telah mempersiapakn sejumlah program penting dalam ikut serta membantu rehabulitasi dan rekonstruksi (rehab/rekon) Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Baca Juga  Tagore Ajak KNA Sinergi Bangun Bener Meriah PascaBencana

“Kita sudah gandeng para pakar dan professor untuk ikut membangun Aceh Tengah dan Bener Meriah dalam masa rehab/rekon nantinya,” ujar Sofyan yang didampingi Sekum KNA, Sahdansyah Putra Jaya.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *