halaman7.com – Langsa: Sudah memasuki 24 Ramadhan 1447 Hijriyah atau bertepatan 14 Maret 2026, para Aparatur Pemerintahan (PNS) Pemko Langsa dan tenaga PPPK daerah ini mengeluhkan belum diterimanya Tunjangan Hari Raya (THR).
Sementara lebaran sudah diambang mata yang hanya tinggal 7 hari lagi. Seharusnya 15 hari sebelum lebaran THR sudah harus dibayarkan yang menjadi hak para PNS dan tenaga PPPK ini.
Para PNS mengatakan mereka sangat butuh THR tersebut karena lebaran tahun ini mereka sangat prihatin dengan harus memperbaiki kerusakan rumah, perabotan rumahntangga hingga kenderaan seperti sepeda motor dan juga mobil yang ikut terendam banjir saat bencana hidrometeorologi melanda kota Langsa 3 bulan silam
Keluhan yang sama juga disampaikan para perangkat desa yang juga hingga saat ini belum menerima gaji mereka. Memasuki 2026 ini kinerja Pemko Langsa dinilai sangat lamban dan seharusnya Walikota Langsa dan Sekda bertanggung jawab atas keterlambatan ini.
“Omong kosong dengan 22 program Langsa juara, karena lebih ke pencitraan,” sesal para PNS?ASN di Langsa, Sabtu 14 Maret 2026.
“Kami sudah cukup sekarat, lebaran diambang mata sementara THR hingga saat ini juga belum jelas kapan akan cair,” keluh mereka lagi.
Sementara disisi lain,untuk bantuan terdampak banjir dari pemerintah juga masih jauh dari harapan. Masyarakat hanya berkutat dengan data-data dan itu saja yang selalu diminta walikota dan Sekda.
Entah sudah berapa macam data dan aplikasi yang daftarkan masyarakat, namun hingga sejauh ini kami warga Langsa belum merasakan manfaatnya.
Belum lagi bantuan banjir berupa donasi uang dan Sembako serta perlengkapan lainnya dari berbagai pemerintah daerah berbagai penjuru tanah air yang diserahkan ke Kota Langsa bagi korban banjir juga warga tak pernah menerimanya.
Pascabencana banjir hidrometreologi 3 bulan lalu ( medio Nopember 2025), kehidupan dan ekonomi rumah tangga PNS tidaklah baik baik saja. Dampak banjir lalu telah memporakporandakan kehidupan mereka dimana banyak perabotan rumah tangga dan elektronik serta rumah mereka yang rusak.[ril | Antoedy]
















