halaman7.com – Langsa: Walikota Langsa dan dinas terkait diminta agar turun dan melakukan sidak ke sejumlah SPBU dan juga pedagang BBM eceran atau kakilima akibat terjadinya antrian panjang warga mendapatkan BBM dalam dua hari terakhir ini.
“Sidak dan cari solusi apa penyebab kelangkaan BBM ini ataupun penyebab kepanikan masyarakat, jangan hanya duduk manis saja,” ungkap warga disela-sela antrian panjang di SPBU Harapan dan SPBU Matang Seulimeng, Jumat 6 Maret 2026.

Ini tindakan kejahatan ekonomi, disaat warga kepayahan dan kesusahan untuk antri BBM,malah pedagang eceran menjualnya diatas harga normal dan cukup mencekik leher masyarakat.
Satu botol Pertalite dalam kemasan air mineral besar, harga dikalangan pedagang mencapai Rp 30-50 ribu bahkan ada yang lebih.
Kondisi masyarakat sudah sangat terpuruk akibat bencana alam banjir hidrometreologi 3 bulan silam, masyarakat kesulitan ekonomi, kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian bahkan tidak ada uang sama sekali.
Kinj kondisi terbaru, mereka kembali direpotkan dengan antrian BBM yang meski pemerintah dan Pertamina dikatakan stok aman hingga lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Namun pernyataan Menteri ESDM Bahlil malah stok menipis hingga 2/ hari kedepan.
“Jangan salahlan masyarakat jika terpaksa antri BBM bahkan dikabarkan panik akan kondisi ini,” sebut warga yang rela berpanas panasan dalam antrian menuju SPBU.[Antoedy]

















