Aceh  

Ayo Inovasi

halaman7.com Aceh Tamiang: “Ayo Inovasi”. Begitulah movitasi yang diberikan Bupati Aceh Tamiang Mursil saat membuka Focus Discussion Group (FGD) dan Fasilitasi Inovasi Daerah di Aula Bappeda Aceh Tamiang, Kamis 10 Desember 2010.

Menurut Mursil, saat ini dunia sedang dihadapkan dengan perubahan besar yang dikenal dengan Revolusi Industri. Hadirnya Revolusi Industri, menuntut harus bergerak lebih cepat, aktif dan lebih kreatif dalam melahirkan inovasi-inovasi mengikuti perkembangan dan persaingan dunia.

“Bukan main-main, tantangan kedepan karena revolusi ini semakin kompleks,” ujarnya.

Diakui Bupati Mursil, meski tidak semua OPD dalam lingkungan Pemkab mampu melahirkan terobosan-terobosan. Namun begitu Aceh Tamiang memiliki banyak inovasi dalam memberikan Layanan Publik berbasis Informasi Teknologi (IT).

Lakukan Dari Yang Kecil

Mursil meminta, sebaiknya topik pembicaraan dalam diskusi nantinya tidak seputar bidang IT, tapi juga dari berbagai bidang.

Untuk memantapkan tata kelola Pemerintahan yang baik, melayani, berkualitas dan berbasis Information Communication Technology (ICT). Sesuai dengan misi Pemerintahan Bermutu, tidak usah memiliki keinginan yang terlalu tinggi.

“Lakukan dari hal kecil dan sederhana tapi tetap terus melaju dan tidak stagnan,” harapnya.

Dijelaskan lagi, Inovasi lahirnya tidak harus bersinggungan dengan IT saja. Tapi bisa pada benda yang mungkin awal munculnya berasal dari sebuah kata yang dipopulerkan. Hal tersebut bisa digunakan banyak orang.

“Seperti contoh, banyak pemasok Bunga Kertas berasal dari Sumatera Utara. Masyarakat kita umumnya, banyak membeli dari sana dari pada daerah sendiri. Karena yang saya lihat pohonnya itu sedikit daunnya, banyak bunganya,” ujar Mursil.

Mursil juga mengingin Dinas Pertanian dapat mengembangkan bibit bunga kertas yang seperti itu. Ini juga sebuah Inovasi. Sama halnya juga seperti Durian Musang King di Thailand. Kenapa tidak bisa mengembangkan bibitnya. Agar di Aceh Tamiang juga ada Durian Musang King.

Baca Juga  Puluhan Polisi Berprestasi Dapat Penghargaan

“Inovasi-inovasi seperti inilah yang kita harapkan sehingga dapat menaikkan pendapatan di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujarnya.

Inovasi Surat

Menyinggung keinginannya beberapa waktu lalu dalam prihal surat menyurat. Bupati Mursil menginginkan agar dinas terkait membuat inovasi untuk disposisi surat. Tidak lagi dilakukan secara manual namun sudah menggunakan aplikasi sehingga dimanapun Ia berada dapat mendisposisi surat- surat tersebut.

“Intinya, Saya ingin ada percepatan di daerah kita Bumi Muda Sedia. Jangan lagi untuk berkembang dari Pusat. Sebagai contoh, SIPD, kalo tidak didesak dari Pusat maka kita masih memakai Simda,” tambah Mursil.

Kepada para OPD, Mursil mengingatkan, terus berinovasi secara mandiri dalam mengembangkan ide dan kreativitas. Sehingga mampu bersaing di tingkat lokal maupun global.

Sementara Kepala Bappeda Drs Rianto Waris mengatakan FGD ini menghadirkan empat narasumber. Mereka dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Terdiri dari Dr Ir Agussabti MSi, Prof Dr Ir Rina Sriwati MSi, Dr Syaifullah ST MEng dan Dr Ir Elly Kesumawati MAgric.

“Kegiatan ini juga diikuti 55 peserta yang terdiri dari kepala OPD di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang,” jelas Rianto.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *