9 Nelayan Medan Korban Tabrak Laut Diselamatkan

halaman7.com Aceh Timur: Sembilan nelayan asal Medan, Sumatera Utara (Sumut) yang menjadi korban tabrak laut. Dimana Kapal Motor (KM) mereka di tabrak kapal Tanker di perairan Peureulak, Aceh Timur, berhasil diselamatkan.

TNI Angkatan Laut Lanal Lhokseumawe melalui Pos TNI AL Idi Rayeuk bersama masyarakat berhasil mengevakuasi sembilan nelayan Sumut tersebut. Termasuk nahkoda dan awak buah kapal (ABK) KM Sumber Kharisma.

Mereka berhasil diselamatkan pasca KM Sumber Kharisma mengalami kecelakaan laut. Lebih kurang  16 mil dari daratan Peureulak, Aceh Timur, Minggu 27 Februari 2022. Saat itu, kapal mereka di tabrak kapal tangker saat lego jangkar.

Mendapat laporan dari masyarakat nelayan, Komandan Lanal Lhokseumawe, Kolonel Marinir Dian Suryansyah memerintahkan Danposal Idi Rayeuk Aceh Timur melakukan SAR (Search and Rescue) terhadap ABK KM Sumber Kharisma.

Danposal Idi Rayeuk Letda Laut (E) Mustamin menyebutkan, ia bersama dua personel dan dua nelayan menggunakan boat/kapal milik nelayan (GT 5) menuju titik koordinat terakhir. Sebelumnya, para ABK KM Sumber Kharisma diselamatkan nelayan Idi Rayeuk, Hasbi.

Para ABK dan Nahkoda KM Sumber Kharisma menyelamatkan diri setelah kapal mereka di tabrak dengan cara menceburkan diri ke laut. Mereka  ditemukan Hasbi di tengah laut. Hanya saja, kapal Hasbi juga mengalami kerusakan patah kemudi akibat cuaca ekstrim.

Akhirnya, setelah berhasil menemukan Tim Posal Idi Rayeuk. Mereka langsung divakuasi ke kapal (GT 5) menuju ke Pos TNI AL Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Kolonel Marinir Dian menyampaikan, kronologis terjadinya kecelakaan laut hingga mengakibatkan KM Sumber Kharisma tenggelam. Dimana, pada Minggu 27 Februari 2022 dini hari sekitar pukul 05.00 Wib. KM Sumber Kharisma yang sedang lego jangkar di Perairan Ujung Peureulak sekitar 16 Nmil dari daratan ditabrak Kapal sejenis Tanker yang bergerak dari timur ke barat.

Baca Juga  Pedagang Diminta tak Naikan Harga

Ke Sembilan ABK KM Sumber Kharisma yang selamat, yakni Nahkoda, Maraluddin Nasution (51 tahun); Masinis, Likik (48 tahun) Ridwan Nasution 32 tahun. Parluhutan Harahap (24 tahun), Sumarsono (62 tahun), Andi Bramuli Saragi (23 tahun), Hotmauli Nababan (36 tahun). Kusmayadi (38 tahun), Deni Saputra (28 tahun). Seluruh ABK dan warga Medan.

Pasang Rambu Rambu

Pasca terjadinya kecelakaan di laut ini, Lanal Lhokseumawe melalui Pos TNI AL Idi Rayeuk  kembali lagi ke lokasi tempat kejadian untuk memasang rambu-rambu. Agar kapal nelayan yang melintasi tidak menabrak kapal tersebut.

“Ini bertujuan untuk menjaga para kapal nelayan lain dari hal-hal yang tidak diinginkan. Maka kami memasang rambu peringatan di kapal yang diduga ditabrak kapal tanker,” ujar Danposal Idi Rayeuk Letda Laut, Mustamin.[ril | Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *