halaman7.com – Banda Aceh: Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG USK) siap unjuk kebolehan di kompetisi internasional bernama Hult Prize. The Hult Prize International adalah kompetisi business plan tingkat dunia. Diadakan Hult Prize Foundation dan didukung United Nations untuk mengumpulkan ide-ide dari mahasiswa di seluruh dunia.
Tahun ini, Hult Prize Challenge mengusung tema “Redesigning Fashion” Launch an innovative social venture in the clothing and fashion industry to make it more sustainable”.
Kegiatan ini diikuti 3 mahasiswa FKG USK. Yaitu, Galuh Satwika Paramita SKG, Deffan Derrico SKG dan Mohd Fakhriza Naufal. Serta seorang peserta dari FEB USK yakni Muhammad Raiyan Fajri.
Biscateam didampingi mentor kewirausahaan drg Teuku Ahmad Arbi SpBM (K) dan Fitrah Afandi SE MSi dan pembimbing penelitian Dr dr Nurjannah MPH PhD Sp KKLP dan drg Diana Setya Ningsih MSi.
Perlombaan ini diawali dengan seleksi abstract yang diadakan pada 1 Maret 2023 untuk seluruh mahasiswa di USK. Setelah runtutan berbagai tahap kompetisi hingga presentasi final di hadapan para juri. Biscateam berhasil menjadi 2nd Winner on Campus.
Biscateam melanjutkan ke tahap seleksi internasional yang diadakan Hult Prize Foundation secara online pada 8 Maret 2023. Setelah proses seleksi yang panjang dengan lebih dari 200.000 pendaftar, Biscateam terpilih menjadi 700 peserta yang akan mengikuti Summit Competition yang tersebar di 12 kota di seluruh dunia.
Biscateam terpilih untuk melakukan presentasi di hadapan investor di Lisboa, Portugal pada 23- 25 Juni yang berlokasi di ISEG, Lisbon School of Economics and Management.
Biscateam sendiri membawakan bisnis Cloture (Cloth Nappy Culture). Yaitu sebuah inovasi Clodi (Cloth Diapers) bermotif batik. Dengan modifikasi fashion yang trendi. Clodi ini memiliki absorben dari serat nanas dan serabut kelapa serta dilengkapi indikator dehidrasi dini pada anak.[ril – cusmiran | red 01]


















