Ganti Jembatan yang Dihanyutkan Banjir, Koramil Putri Betung dan Masyarakat Bangun Jembatan Gantung

Pembuatan jembatan gantung.[FOTO: h7 - dok koramil]

halaman7.com – Gayo Lues: Untuk menggantikan jembatan penghubung yang telah hanyut diterjang banjir bandang pada akhir Nopember 2025 lalu, Koramil Putri Betung bersama masyarakat membangun jembatan gantung guna mememudahkan akses warga ke area pertanian.

Selain masyarakat setempat pembangunan jembatan gantung ini melibatkan Babinsa Koramil Putri Betung, Kodim Gayo Lues dan  BKO Batalyon TP Raksaka Dharma, Kodam Udayana, Senin 19 Januari 2026.

​Pembangunan ini menjadi langkah krusial mengingat jembatan lama yang menjadi akses utama warga menuju lahan perkebunan telah rusak total dan hanyut akibat bencana banjir luapan sungai beberapa waktu lalu. Menariknya seluruh material dan pendanaan jembatan ini bersumber dari swadaya murni masyarakat setempat.

​Danrami Putri Betung, Letda Inf Sahraji mengatakan, kegiatan ini untuk memulihkan konektivitas warga menuju area perkebunan. Mengingat mayoritas penduduk Desa Singah Mule menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Keberadaan jembatan ini sangat vital untuk mengangkut hasil bumi dan menunjang mobilitas ekonomi harian yang sempat terhambat pasca bencana.

​​“Setelah jembatan ini selesai, kita bersama-sama menjaga dan merawatnya dengan baik. Mengingat jembatan ini dibangun dari hasil jerih payah swadaya warga, rasa memiliki harus ditingkatkan. Selain itu, tetaplah waspada terhadap cuaca ekstrem dan debit air sungai demi keselamatan bersama,” ujar Danramil

​​Dikatakan, dengan selesainya pembangunan jembatan gantung ini, diharapkan ekonomi pulih kembali, petani dapat mengolah lahan dan membawa hasil panen dengan lebih mudah.

​Selain itu juga, guna mempererat hubungan emosional dan kerja sama antara TNI dan warga di wilayah pelosok. ​Kemandirian Desa Menjadi bukti bahwa dengan semangat gotong royong, keterbatasan infrastruktur dapat diatasi secara mandiri.

​Sulaiman, salah satu tokoh perwakilan warga Dusun Air Panas, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan tenaga dari pihak TNI Babinsa dan personel Batalyon 855 yang sudah turun langsung membantu pembangunan jembatan ini.

Baca Juga  Ternyata Dua Warga Aceh Jaya dapat tiket Umrah

“Sejak jembatan hanyut, kami sangat kesulitan menuju areal kebun dengan adanya bantuan tenaga dari TNI, pekerjaan yang berat ini jadi terasa lebih ringan dan cepat selesai, atas kepeduliannya untuk kami para petani,” tutupnya.[Kasim | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *