Alumni 93 SMA Pegasing Bantu Perlengkapan Sekolah bagi Anak Korban Bencana di ke SMPN 22 Toweran

halaman7.com – Aceh Tengah: Ikatan Alumni (IKA) 93 SMAN Pegasing yang sekarang bernama SMAN 3 Takengon menyalurkan bantuan  berupa perlengkapan sekolah bagi para pelajar SMPN 22 Takengon di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada 35 pelajar di sekolah tersebut, Rabu 29 Januari 2026. SMPN 22 Toweran ini merupakan salah satu sekolah yang terkena imbas langsung dari bencana Hidrologi yang terjadi dua bulan lalu.

Penyerahan bantuan peralatan sekolah ini dilakukan di dalam tenda putih yang didirikan di bekas sekolah. Pasalnya, bangunan sekolah tersebut telah lenyap bersama banjir bandang yang melanda kawasan tersebut.

Akibat Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi 27 Nopember 2025 lalu, sekolah ini hancur terkena banjir bandang bersama sebagian besar Kampung Toweran yang berdekatan dengan Danau Laut Tawar ini.

Ketua Alumni 93 SMA Pegasing, Abdul Rahman mengatakan, bantuan ini merupakan hasil donasi dari para alumni SMA Pegasing letting 93 yang berada di sejumlah daerah di Aceh, Medan dan Jakarta.

Bantuan yang disalurkan berupa, diantaranya sepatu sekoah, kaos kaki, buku, pulpen, tip ex dan penggaris. Bantuan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Aceh Tengah.

“Kita berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan para siswa yang terkena imbas langsung dari bencana ini. Semoga semangat belajar mereka tak pernah kendor,” ujar Abdul Rahman.

Kondisi Kampung Toweran pascabencana.[FOTO: h7 – iranda novandi]
Kepala Sekolah  SMPN 22 Toweran, Rusmiati dengan penuh haru menyampaikan apresiasi dan rasa harunya. Atas kepedulian yang diperlihatkan para Alumni 93 SMAN Pegasing.

“Terima kasih yang telah membantu anak didik kami. Semoga amalan baik ini mendapat ganjaran yang baik pula dari Allah SWT,” ujar Rusmiati yang didampingi Wakasek,  Hasriati.

Baca Juga  Galeri FOTO: Rindu di Almamater Putih Abu-abu

Rusmiati mengungkapkan, sejak sekolah ini didirikan, jumlah muridnya memang tergolong sedikit. Saat ini saja, jumlah muridnya hanya 35 orang. Untuk kelas 7 ada 9 murid, kelas 8 (14 murid) dan kelas (12 murid).

“Total murid keseluruhan 35 orang, 15 orang siswi dan 20 orang siswa,” jelas Rusmiati.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *