halaman7.com – Banda Aceh: BMKG kembali mengeluarkan pewringatan ancaman bencana Hidrometeorologi kembali mengancam wilayah Aceh. Kali ini, potensi benbencan tersebut tersebar diseluruh kabupaten/kota di Aceh.
Ancaman bencana itu berupa angin kencang, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Potensi ancaman ini sudah terlihat sejak 11 Februari hingga 20 Februari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil mengatakan, saat ini terpantau adanya gangguan atmosfer yaitu pola siklonik yang membentuk daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
“Informasi Siaga Bencana Hidrometeorologi berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang sudah disurati secara resmi kepada Gubernur Aceh,” jelas Nasrol Adil.
Dikatakan, berdasarkan pantauan prakiraan angin lapisan 3000 feet, terdapat pola siklonik di wilayah perairan Barat Aceh yang mendukung adanya potensi belokan angin (shearline) di wilayah provinsi Aceh.
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah shearline dan konvergensi tersebut yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir/kilat dan angin kencang.
Disamping telah diberitahukan secara resmi pada Pemerintah Aceh, masyarakat juga diminta untuk terus berhati-hati dan waspada akan acaman bencana ini yang bisa saja terjadi kapan saja.[andinova | red 01]
















