Aceh  

Smansa Takengon Data Alumni

halaman7.com – Takengon: Publikasi pendataan alumni SMA Negeri 1 (Smansa) Takengon sejak 11 Oktober 2020 disambut positif dan antusias semua angkatan (1957-2020).

Ada yang menanggapi di Facebook, Page, grup-grup Facebook, grup WhatsApp, WA, SMS, dan menelpon langsung.

“Berijin ku kite bewene (terimakasih untuk semuanya),” ujar Yusradi Algayoni salah satu alumni Smansa Takengon, Jumat 16 Oktober 2020.

Dikatakan, pada 13 Oktober 2020 yang lalu grup WA (Ikatan) Alumni SMA Negeri 1 Takengon pun dibuat. Untuk memudahkan komunikasi antar angkatan/alumni. Sampai kemarin 15 Oktober 2020, sudah 28 angkatan dari 63 angkatan yang mengirimkan ketua alumni di angkatannya atau perwakilan resminya di grup tadi.

“Dari 63 angkatan, sampai kemarin, baru satu alumni yang menyerahkan data angkatan/alumninya. Yaitu 2005 (angkatan/alumni ke-45) yang berjumlah 270 orang,” jelas alumni angkatan 42/2020 ini.

Bagi angkatan/alumni yang belum masuk ke grup tadi yang tujuan akhirnya untuk membentuk Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Takengon. Selanjutnya diharapkan membentuk ikatan alumni angkatannya masing-masing.

Kalau sudah terbentuk ikatan alumni di angkatannya, agar mengirimkan nama ketua alumninya untuk dimasukan di Grup WA. Mendata angkatannya, tidak sebatas alumni. Sebab, ada yang pernah ber-SMA di SMAN 1 Takengon, tapi selesainya bukan di SMA Negeri 1 Takengon.

“Mereka tetap dengan atau serinen kita, bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Takengon yang kita banggakan,” ujar Yusradi.

Dikatakan, cita-cita pembentukan ikatan alumni sendiri merupakan kelanjutan ihtiar panjang dari 2002, 2006 (persiapan ulang tahun emas dan reuni 2007). Ulang tahun emas dan reuni tahun 2007, 2015 (mendorong/membentuk tim formatur).

Pada 2020 (penginisiasian pendataan kembali alumni). Kemungkinan besar, sebelum 2002, upaya yang sama sempat diikhtiarkan angkatan/alumni sebelumnya. Karena sesuatu dan lain hal, belum terwujud.

Baca Juga  Kapolda: ‘Saya Berantas Narkoba di Tanah Aulia’

Harapan bersama, semoga ikatan alumni bisa segera terbentuk. Alhasil, silaturahmi antar angkatan/alumni dapat terjalin dengan baik. Komunikasi yang sempat terputus dengan sekolah “rumah” sempat terhubung kembali.

“Lebih dari itu, kita bisa berkontribusi lebih khususnya buat kemajuan sekolah, angkatan/alumni, dan Tanoh Gayo, tanoh tembuni kita,” jelasnya.

“Ampun ku Tuhen, tabi mulo langit si kujujung, bumi si kujejak, maaf ku kite bewene si layak kututuri Awan, Anan, Ama, Ine, Abang, Aka, dengan, serinen, dan engingku bewene,” tutup Yusradi.[ril | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *