Terasi Aceh Tamiang belum Terdaftar HaKI

halaman7.com Aceh Tamian: Banyak produk dari Aceh Tamiang belum terdaftar dalam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Salah satunya terasi yang terkenal enak dan lezat.

Bupati Aceh Tamiang, Mursil mengatakan, di kabupaten ini masih banyak produk-produk yang belum terdaftar di HaKI. Salah satu contohnya adaalah terasi yang dinilai memiliki rasa cukup enak.

“Kita berharap dapat segera di daftarkan sebelum daerah lain mendaftarkan terasi kita ini,” tegas Mursil pada acara Diseminasi Merek, Kekayaan Intelektual Komunal dan Implementasi HaKI yang dilaksanakan di Gedung SKB Karang Baru,  Kamis 3 September 2020 .

Untuk itu, Mursil meminta Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian untuk memfasilitasi dan memberikan inovasi bagaimana caranya agar terasi tersebut bisa dikemas semenarik mungkin. Sehingga memiliki nilai jual dan dapat dipasarkan di swalayan-swalayan.

Acara tersebut diinisiasi Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Aceh Tamiang bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Aceh serta  Dekranasda Aceh Tamiang.

Bupati berharap, dengan adanya kegiatan implementasi, pemahaman para peserta terhadap HaKI itu sendiri dapat meningkat. Dapat memotivasi untuk tetap berkarya sekaligus mendaftarkan hasil HaKI di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Kementerian Hukum dan HAM RI.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Aceh Tamiang, Rafe’i mengatakan selain memotivasi masyarakat untuk meningkatkan mutu produk kerajinannya.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk memfasilitasi pendaftaran merek, hak paten dan desain kemasan industri untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap pelaku usaha yang ada di Aceh Tamiang.

Kerajinan Khas Daerah

Dalam kesempatan yang sama. Ketua Dekranasda Kabupaten Aceh Tamiang Rita Syntia menyoroti  kerajinan khas daerah, seni, kesenian dengan alat musik khas daerah, proses adat dan budaya Aceh Tamiang. Ini dapat diusulkan untuk mendapatkan HaKI.

Kedepannya, dengan di daftarkan HaKI. Kekayaan seni adat dan budaya yang merupakan nilai bersejarah di Aceh Tamiang diharapkan dapat meningkatkan nilai, martabat dan derajat hidup masyarakat.

“Sehingga mendorong lebih banyak lagi kreatifitas yang bermanfaat menunju masyarakat madani yang sejahtera,” ujar Ketua Dekranasda.

Konsisten

Kakanwil Kemenhum dan HAM Aceh Zulkifli SH MH atas nama Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenhum dan HAM sangat mendukung upaya Pemerintah Aceh Tamiang. Untuk tetap konsisten dalam memberikan dukungan bagi pelaku usaha terhadap pendaftaran merek dan melestarikan kebudayaan daerah ini.

Kata Zulkifli, merk mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan ekonomi. Bertujuan untuk memperoleh kepastian hukum dan perlindungan hukum terhadap hak atas kepemilikan merk.

Bagi pelaku usaha khusunya jenis usaha dagang. Maka kemasan produk sangat perlu diperhatikan. Karena Kemasan pada sebuah produk bertujuan untuk melindungi dan mencegah kerusakan terhadap apa yang dijual.

Selain itu juga dapat menjadi sarana informasi dan pemasaran yang baik dengan membuat desain kemasan yang kreatif. Sehingga lebih menarik dan mudah diingat konsumen.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *