TNI dan Warga Berdirikan Tiang Listrik yang Tumbang Saat Bencana di Putri Betung

TNI bersama warga gotong royong berdirikan tiang listrik yang tumbang akibat bencana.{FOTO: h7 - dok Pendim}

halaman7.com – Gayo Lues: Personel TNI Angkatan Darat dari Koramil Putri Betung bersama Batalyon TP 855 Raksaka Dharma bersama masyarakat bergotong royong berdirikan tiang listrik yang tumbang karena bencana di daerah tersebut.

Gotong royong bersama warga Kampung Singah Mule, Kecamatan Putri Betung ini difokuskan pada pemindahan dan pemasangan kembali tiang listrik yang roboh akibat terjangan banjir luapan sungai beberapa waktu lalu.

​Langkah sigap ini diambil sebagai harapan kebutuhan warga akan pasokan energi listrik yang terputus. Mengingat petugas PLN saat ini tengah menangani pemulihan di berbagai titik wilayah lain secara bergiliran.

“TNI dan masyarakat berinisiatif mengambil langkah proaktif guna mempercepat normalisasi fasilitas umum, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan,” ujar Dandim Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra, Selasa 27 Januari 2026

​​Dikatakan, target Normalisasi jalur kelistrikan utama di Kampung Singah Mule agar aktivitas warga kembali berjalan lancar.

​Kemudian mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana banjir dan memastikan masyarakat mendapatkan akses listrik sebelum memasuki bulan puasa.

​Selanjutnya, meningkatkan kenyamanan ibadah masyarakat, memulihkan roda ekonomi desa, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.

​​Yusuf saalh seorang tokoh masyarakat Singah Mule berterima kasih atas bantuan TNI. Jika hanya menunggu antrean perbaikan, dikhawatir desa akan gelap saat mulai puasa nanti. Dengan adanya bantuan dari Koramil dan Batalyon, tiang yang tadinya menutup jalan dan roboh kini sudah tegak kembali.

“Ini benar-benar bentuk pengabdian yang nyata bagi kami warga  Singah Mule,” ujar Yusuf.

​Babinsa Koramil putri betung, Sertu Hadi menambahkan, kKegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat. Apa pun bentuknya, sinergi antara Babinsa, prajurit tempur, dan warga setempat menjadi bukti, kalau gotong royong adalah kunci utama percepatan pemulihan pascabencana.[ril – Kasim | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *