Hasil Verval Aceh Tamiang, Terdata Sebanyak 7.737 Rumah terdampak Bencana

Datok Penghulu: Dibutuhkan 8.501 Huntap untuk Dibangun

Bupati Aceh Taming didampingi Kapolres saat memimpin rapat.[FOTO: h7 - dok humas pemkab]

 

 

halaman7.comAceh Tamiang: Pemkab Aceh Tamiang, menyatakan berdasarkan hasil Verifikasi dan Validasi (Verval)  di lapangan, rumah warga yang terdampak Bencana Hidrometeorologi 2025 sebanyak 7.737. Sedangkan data dari para datok penghulu dibutuhkan 8.501 Huntap untuk dibangun

Meskipun ada perbedaan data yang sangat mencolok. Namun, Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang, Muhammad Farij, Selasa 10 Februari 2026, menyatakan jumlah 7.737 ini adalah bagian pertama dari SK BNBA tahap 1 berdasarkan hasil verifikasi dan validasi lapangan yang dilakukan Tim BNPB.

Dari data itu, Pemkab Aceh Tamiang nantinya akan melakukan Verval ulang terhadap rumah masyarakat terdampak berkategori TMK (Tidak memenuhi kriteria) dengan penambahan indikator baru sesuai hasil kajian terhadap petunjuk teknis dari BNPB serta melibatkan Organisasi Kemasyarakatan lokal sebagai tim verifikasi dan validasi ulang.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga akan terus memaksimalkan pendataan verval rumah korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahapan selanjutnya. Guna memastikan semua warga terdampak bisa mendapatkan hak-hak sebagaimana mestinya.

Pelepasan Lahan

Sementara itu, Pemkab Aceh Tamiang secara resmi menetapkan Jumat pekan ini sebagai batas akhir bagi perusahaan untuk memberikan kepastian pelepasan lahan. Hasil ini akan langsung dilaporkan ke Kemendagri guna percepatan pembangunan fisik oleh Kementerian PKP.

“Saat ini kita bekerja berdasarkan kemanusiaan. Pelepasan HGU ini untuk rakyat. Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun kembali harapan. Kami berkomitmen agar ribuan KK dapat menempati rumah baru yang aman sebelum Ramadhan dan Lebaran tiba,” tegas Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

Dikatakan, Kondisi saat ini, Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) sudah sangat siap untuk memulai pembangunan huntap, namun masih terkendala pembebasan lahan oleh beberapa perusahaan.

Baca Juga  Mengenang KH Zainuddin MZ, Dai Sejuta Ummat

“Kita butuh keputusan cepat dan akurat. Agar redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) segera dikerjakan tanpa kendala birokrasi yang berbelit,” jelas Bupati.

Berdasarkan laporan datok penghulu dari berbagai kampung yang terdampak banjir cukup parah. Jumlah huntap yang harus dibangun sebanyak 8.501 unit Huntap bagi masyarakat dengan kapasitas 57-59 unit rumah per hektare nya. Tidak lupa juga pembangunan fasilitas umum seperti sarana pendidikan dan rumah ibadah.[ril | Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *