halaman7.com – Langsa: Warga Pondok Keumuning Langsa Lama, Kota Langsa, Selasa 10 Februari 2026 ramai ramai menggeruduk kantor desa setempat. Pasalnya mereaka merasa tidak terdata sebagai penerima bantuan korban bencana.
Mereka memprotes tidak transparannya pihak desa dan juga tim, terkait dalam pendataan korban banjir dan warga yang mendapat bantuan akibat dampak banjir hidrometreologi akhir Nopember 2025 lalu.
Berbagai macam uneg-uneg dan ketidakpercayaan warga dilontarkan dalam aksi ini. Aksi warga ini juga mendapat atensi dari pihak kepolisan, bhabinkamtibmas, Babinsa dan juga OPD dalam pemerintahan Kota Langsa.
Warga kecewa atas pendataan korban banjir ini. Begitu juga bantuan yang dijanjikan dari pusat serta tim verifikasi lapangan yang juga dinilai tidak transparan. Ada rumanya warga yang juga banjir dilewati dan bahkan tidak didata sama sekali.
Ujung ujungnya warga diminta untuk buat sanggahan dan keberatan dengan juga foto lampiran fisik kerusakan rumah akibat banjir dari berbagai sudut dan sisi. Itupun dengan waktu singkat, kabarnya sore ini ditutup dan lewat dari itu tidak dilayani.
“Kapan tim ferivikasi lapangan dari BNPB Pusat atau BPBD Kota Langsa dan terkait lainnya datang memverifikasi. Lho kami tak pernah dikunjungi. jangan zalim kepada rakyat korban banjir, nanti azab Allah datang lagi,” sesal warga.
Kondisi yang sama juga terjadi kemarin sore, Senin 9 Februari 2026. Warga juga ramai-ramai mendatangi Kantor Geuchik Gampong Jawa, Kecamatan Langsa Kota.
Sebagian protes dan juga membuat serta mengantar surat sanggahan ke balai desa tersebut.
“Kami kecewa, warga hampir semua terdampak banjir tapi yang didata hanya segelintir kemudian mengacu pada desil dari Kemensos.
Menurut warga ini bantuan pemerintah bagi korban terdampak banjir. Tidak kaya atau miskin, semua sama. Tidak harus pakai desil desil Kemensos yang memang selama ini untuk warga terdata miskin.[Antoedy]

















