PUISI Iranda NV: Wanita dari Kampung Banjir

ilustrasi

Wanita dari Kampung Banjir

matanya terbelalak
alisan sungai buatan berisi balok-balok kayu
menghantam semua yang menghadang

surau kami pun lenyap seketika
Allahu akbar..Allah hu akbar..
surau kita telah dirampas
ulah manusia busuk lebih busuk dari kutu busuk

hutan kita dirampas
bumi kita ditekuruk
manusia kera putih hanya bisa cengegesan
di balik gedung bertingkat nun jauh di kota sana
kita mengangis dalam nelangsa pedih menyayat

Allahu akbar…Allahu akbar
wanita dari kampung banjir berteriak lantang
lihat ulah manusia munafik berkedok kesejahteraan
hidup kita mereka rampas
masa depan anak-anak kita mereka rampas

wanita dari kampung banjir bangkit dari dalam lumpur
pipi manisnya tergores tersayat ranting patah
namun semangatnya tak pernah patah

digapainya sosok mungil yang mengapung
terbawa gelombang suangai buatan dari dahan-dahan dan bongkahan gelondongan
melaikat mungil tersenyum dalam dekapan
meski hidupnya telah dirempas kera berdasi

laknat bukan akhir cerita
hidup tetap lanjut
jangan buat cerita dibalik derita
biarkan lara hati ikut hanyut.

Catatan redaksi: Kampug banjir adalah salah satu kampung di Aceh Tamiang yang lenyap disapu bencana banjir Nopember 2025.

Baca Juga  Milad GAM Dipadu dengan Maulid Nabi dan Lomba Dalail Khairat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *