Inkrah… MA Kalahkan Gubernur VS MAA Badruzzaman

halaman7.com – Banda Aceh: Sempat menimbulkan polemik, akhirnya Mahkamah Agung (MA) menyatakan inkrah atas putusan memenangkan Majelis Adata Aceh (MAA) Badruzzaman atas kasasi yang dilakukan Gubernur Aceh.

Ini artinya, kasasi yang dilakukan Gubernur Aceh di tolak MA. Putusan MA tersebut telah menguatkan putusan PTUN Banda Aceh dan PTUN Medan.

“Atas keluarnya putusan inkrah ini, kita harap Gubernur Aceh taat hukum,” tegas Ketua MAA Badruzzaman, Kamis 7 Januari 2021 di salah satu hotel di kawasan Stuei Banda Aceh.

Putusan inkrah tersebut dikeluarkan tertanggal 6 Januari 2021 dan salinannya sudah diterima oleh Badruzzaman dan kuasa hukumnya.

Menurut Badruzzaman, hendaknya dengan keluarnya putusan inkrah ini, Gubernur Aceh bisa mengambil langkah bijak dengan kembali melantik kepengurusan MAA Periode 2019-2023 yang diketuai Badruzzaman berbasarkan hasil musyawarah yang telah dilakukan.

Disisi lain, Guebernur Aceh sebenarnya tidak berhak ikut campur dalam hal MAA. Sebab, MAA ini ranahnya Wali Nanggroe, sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Aceh.

Sementara itu, Kuasa Hukum Badruzzaman Izwar Idris SH dan Bahadur Satri SH menyatakan, dengan adanya putusan MA ini, hendaknya gubernur Aceh dengan sukarela melaksanakan isi keputusan MA.

Dengan menerbitkan, SK kepengurusan MAA Provinsi Aceh dibawah kepemimpinan H Badruzzaman SH periode 2021-2025 dan juga melakukan pelantikan terhadap kepengurusan tersebut.

INFO Terkait:

Hubungan Harmonis

Izwar juga meminta gubernur Aceh bisa membangun kembali hubungan harmonis dengan MAA, sebagai lembaga otonom yang bermitra dengan Pemerintah Aceh. Sehingga pemerintahan dapat berjalan stabil tanpa ada kekisruhan.

Dikatakan, bila gubernur Aceh tidak menjalankan putusan MAA tersebut, maka kuasa hokum Badruzzaman akan menempuh mekanisme hukum dengan meminta PTUN Banda Aceh melaksanakan eksekusi terhadap isi putusan MA.

Dalam keterangan pers ini, kuasa hokum Badruzzaman juga hadir Daud dan Azhari Basyah. Mereka mengungkapkan, dalam hal ini, sebelumnya pihaknya telah meminta sejumlah tokoh Aceh untuk bisa memediasi MAA dengan gubernur Aceh.

“Namun hal itu tak digubris gubernur. Bahkan kita telah minta Pak Azwar Abubakar (mantan Menteri PAN RB) dan berbagai pihaklainnya,” ujar Azhari.

Azhari yang juga mantan Anggota DPRA ini berharap, gubernur bisa membaca secara utuh putusan MA tersebut. Ia merasa yakin, jika gubernur membaca secara utuh bukan hanya mendengar pembisik, gubernur pasti bersikap bijak sebagai seorang pemimpin.[andinova | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *