Muhammad Kece Ternyata Seorang Murtad

halaman7.com – Banda Aceh: Muhammad Kece yang memiliki nama asli Kasman yang melakukan pensitaan agama dengan mengghina Nabi Muhammad SAW ternyata seorang murtad. Kece pindah agama sejak 2001.

Kece murtad pindah agama ke Kristen dan menjadi pendeta. Dalam tingkahnya Kece kerap melakukan pemurtadan terhadap warga di Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Sebagaimana diketahui, dilansir dari SuaraJatim.id, Kece diringkus polisi terkait dugaan kasus pidana penistaan agama.

Pria yang memiliki nama asli Muhamad Kasman itu diciduk saat bersembunyi di kawasan Desa Bulang, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Melalui proses hukum tersebut, sejumlah fakta terkait Kece terungkap. Salah satunya tentang agama Muhammad Kece yang dianut.

Kuasa hukum Kece, Sandi mengatakan, bahwa kliennya tersebut resmi menganut agama Kristen pada 2001 lalu. Bahkan, Kece juga berperan sebagai pendeta yang menyebarkan keyakinannya.

“Sedikit di bawah pendeta. Setelah dia meninggalkan keyakinan lama, dibaptis. Dia semata-mata bukan Youtuber, tapi juga pendeta,” terang Sandi mengutip dari Hops.id, Sabtu 28 Agustus 2021.

Terkait agama Kece juga diperkuat dengan ditemukannya bukti satu kartu keanggotaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) atas nama Muhamad Kasman yang merupakan nama aslinya.

Sementara itu, Tribunpekanbaru.com melansir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran, H Otong Aminudin mengaku sangat mengenal Muhammad Kece.

Menurut H Otong, Muhammad Kece yang kemudian ditulis M Kece itu merupakan warga asli Dusun Burujul, Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak.

Ternyata, sejak dulu M Kece sudah menjadi biang rusuh di kampungnya. Ia sering membuat masalah di wilayah Cimerak.

Menurut H Otong, nama aslinya adalah Kasman bin Suned. Kasman mengubah namanya menjadi Muhammad Kece saat beralih profesi menjadi Youtuber.

Kata H Otong, saat ini Kece masih tinggal di Desa Limusgede, Kecamatan Cimerak.

“Saya sendiri sering bergesekan karena dia sering bikin kontroversi di sini (Cimerak, Kabupaten Pangandaran),” ujar Otong kepada beberapa wartawan di kantornya, Jumat 27 Agustus 2021.

Buat warga murtad

H Otong menceritakan, Kece ini diduga melakukan tindakan pemurtadan di Cimerak yang akibatnya sangat meresahkan masyarakat setempat.

“Pernah ada yang dia murtadkan itu, terus saya kembalikan lagi ke Islam,” ucap Otong.

H Otong mengungkapkan, meskipun sudah ada bukti pemurtadan yang dilakukan Kece, dia (M Kece) selalu cuci tangan.

“Sempat saya usir dia sekitar 1997, tapi waktu itu dia langsung berpindah-pindah tempat,” katanya.

Menurutnya, selama M Kece masih tinggal di Cimerak, masyarakat akan selalu diresahkan.

“Baru seusai pergi dari sana (Cimerak), suasana bisa kembali damai.”

“Muhammad Kece itu orang murtad dulunya, sering disuruh untuk membagikan mi instan,” ucap Otong.

Ngaku Ustadz Berilmu Tinggi Padahal Bukan

H Otong mengungkapkan M Kece ini selalu mengaku sebagai ustadz yang memiliki ilmu yang sangat tinggi.

Apalagi kata H Otong, M Kece ini pintar berkata-kata.

“Memang, dia itu pintar kalau bersilat lidah. Aslinya, M Kece ini selalu melecehkan kaidah-kaidah agama,” katanya.

Otong mengaku, sebelumnya juga ia sempat mengejar M Kece hingga Kalipucang sampai Youtuber itu bertabrakan dan kakinya patah.

“Makanya, M Kece sekarang jalannya seperti itu,” ucapnya.[dbs | red 01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *