hatiku selembar daun
hatiku selembar daun melayang jatuh di rumput;
nanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di sini;
ada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luput
sesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagi[]
Catatan Redaksi: Sapardi Djoko Damono adalah seorang guru besar (professor) kelahiran 20 Maret 1940. Ia seorang pujangga terkemuka di Indonesia. Putra pertama pasangan Sadyoko dan Saparian, terkenal dengan puisinya mengenai hal-hal yang sederhana namun penuh makna kehidupan.
Dalam dunia kesastraan Indonesia, Sapardi kerap dipandang sebagai sastrawan angkatan 1970-an.
Baca juga puisi Sapardi Djoko Darmono lainnya: ‘Sajak Desember’ ; ‘Aku Ingin’ ; ‘Atas Kemerdekaan’ ; ‘Tentu. Kau Boleh’; ‘Hari Kemerdekaan’

















