Puisi Diah Hadaning: Sepotong Doa Sungai di Ujung Badai

Sepotong Doa Sungai di Ujung Badai

Gemuruh badai diusung layer kaca
seraut wajah hanyut terbawa
barangkali wajah masa depan
bunga Tanah Rencong jika berkesempatan
kini hanya seangka korban
hanya mujiat-Mu jua
ia terasuh Sang Waktu.

Sepotong doa sunyinya
jadi serat kabut di langit Banda
sepasang mata dukanya
mencari ruh Seudati di ujung bencana
sepi menelan doanya
tak lukisan mana mampu samai warna
warna duka itu sangat sempurna.

Seutas kasih sayang
lepas dalam hempas gelombang
sisakan sepi seutuhnya
mencari bentuk keajaiban.

Cimanggis, Januari 2005

Catatan redaksi: Diah Hadaning adalah sastrawati berkebangsaan Indonesia. Sejak muda, Diah Hadaning sudah bergelut di dunia sastra. Puisi-puisinya kebanyakan mengangkat tema anti-perbedaan suku, ras, agama, dan antar-golongan. Salah satu karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia dan dibacakan di hadapan presiden Nelson Mandela saat kali pertama berkunjung ke Indonesia (1990).

Baca Juga  PUISI Iranda NV: Nak.. Besok Pemilu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *