Jangan Ada Mafia Hambat Proyek Jalan Tol Binjai-Langsa

halaman7.com – Aceh Tamiang: Bupati Aceh Tamiang Mursil menegaskan, jangan ada mafia yang muncul dalam pembangunan jalan tol Binjai, Sumatera Utara (Sumut) – Langsa (Aceh). Pembangunan jalan tol ini harus bisa berjalan dengan baik.

“Hal yang paling saya tekankan jangan ada muncul mafia-mafia yang menghambat proyek jalan tol ini. Kita semua harus bertanggungjawab untuk menjaga keamanan wilayah Aceh Tamiang,” tegas Bupati Mursil dalam Rapat Konsolidasi Pembangunan Jalan Tol Binjai-Langsa (Segmen Aceh Tamiang- Aceh Timur- Langsa), Rabu 10 Juni 2020 di Aula Setdakab setempat.

Dikatakan, Pemerintah Pusat terus berupaya membuat strategi, agar pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

Salah satu strategi tersebut yaitu Pembangunan Mega Proyek Jalan Tol Trans Sumatera yang merupakan satu dari sekian proyek strategis nasional yang pelaksanaan proyeknya dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Pusat, atau Pemerintah Daerah sesuai dengan Landasan Hukum dari Proyek Strategis Nasional yakni Peraturan Presiden No 3/ 2016 yang telah direvisi menjadi Peraturan Presiden No.58 Tahun 2017 dan Praturan Presiden No 58/ 2018.

Kabupaten Aceh Tamiang, satu dari 2 Kabupaten/Kota lainnya yang masuk dalam rencana Trase Ruas Jalan Tol Binjai-Langsa yang merupakan proyek kedua setelah sebelumnya Hutama Karya (HK) merampungkan Trase Ruas Jalan Tol Banda Aceh-Sigli.

Dalam rapat yang diinisiasi Dinas Pertanahan dan instansi terkait bersama Tim Persiapan Pengadaan Tanah ini, Bupati Mursil menekan beberapa poin penting yang perlu dibahas bersama yakni dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam Pembangunan Tol Binjai-Langsa yang harus didukung juga oleh seluruh lapisan masyarakat.

Secara tegas,  Mursil meminta masyarakat mendukung program ini. Para camat, para datok penghulu, dan para mukim kampung yagar bisa merubah pemikiran dan mindset warganya. Sebab, saat proyek jalan tol ini mulai berjalan datok penghulu dan kepala mukim kampung sebagai ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada warga.

“Pembangunan Tol ini, memudahkan segala akses. Dengan adanya Tol, Angkutan Besar yang membawa barang bisa mempersingkat waktu perjalanannya. Tolong, Pak Camat, Pak Datok dan Pak Mukim sampaikan kepada mereka bahwa proyek ini sangat menguntungkan kita,” ungkap Mursil .

Sekretaris Dinas Pertanahan Aceh Mukhtar, mengatakan pembangunan jalan tol yang digelar Tim jalan tol “Binsa” (Binjai-Langsa) merupakan proyek strategis nasional yang diharapkan pembangunannya dapat meningkatkan ekonomi, mempersingkat transportasi.

Skema rencana pembangunan sudah final yang ditetapkan Kementerian PUPR RI. Rapat ini adalah pra persiapan sebelum pengerjaan proyek.

“Dukungan sepenuhnya dari Pemerintah Daerah dan Masyarakat itu yang sangat diharapkan tim,” sebut Mukhtar.

Proyek Strategi Nasional ini harus berjalan dengan perencanaan yang dilakukan selama tiga  bulan, selanjutnya pelaksanaan tiga bulan dan Insha Allah Konstruksi sudah bisa dimulai di awal 2021.

Dalam forum tersebut, Perwakilan dari Kementerian PUPR turut menampilkan Video Review Basic Design Rencana Pembangunan Trase Ruas Tol Binjai-Langsa sekaligus membahas masalah data administratif wilayah yang terkena pengadaan tanah.

Dalam rapat tersebut hadir juga Wakil Bupati Aceh Tamiang T Insyafuddin ST, Asisten Pemerintahan Zulfiqar SP, para camat, para datok pengulu, mukim kampung dalam 4 wilayah kecamatan, unsur Dinas Pertanahan Aceh dan Dinas Pertanahan Aceh Tamiang, unsur dan Tim Persiapan  Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol “Binsa”.[Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *