halaman7.com – Banda Aceh: Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Usman Lamreng meminta Pemkab dan DPRK Aceh Besar lebih peduli akan nasib mahasiswa asal Aceh Besar yang sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.
Pasalnya, saat ini ada belasan mahasiswa asal Aceh Besar yang nasibnya akan terlantar. Karena sudah di usir pemilik rumah yang dijadikan asrama selama ini.
“Pemkab dan DPRK Aceh Besar harus peka. Jangan hanya pandai berjanji. Karena mereka yang sedang kuliah disana calon SDM untuk daerah ini nantinya,” ujar Usman Lamreung, Rabu 28 Oktober 2020.
Akademisi Unaya ini mengungkapkan, saat ini, mahasiswa Aceh Besar yang belajar berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta yang tinggal di Asrama Aceh Besar di Jalan Sumatera No 2, Dabag, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.
Mereka mendapat warning pemilik rumah, untuk angkat koper dan semua barang. Pasalnya masa waktu sewa sudah habis. Belum diperpanjang Pemerintah Aceh Besar, sesuai yang pernah dijanjikan.
Jumlah mahasiswa Aceh Besar di Yogya sekitar 100-an. Mereka kuliah di berbagai perguruan tinggi baik negeri dan swasta. Mereka tergabung dalam wadah organisasi Keluarga Aceh Besar Yogyakarta (KABY) dan yang tepati asrama berjumlah 20 orang.
Selama ini asrama dibantu biaya sewa bantuan dari donatur warga Aceh Besar di Jakarta tergabung dalam wadah KEMAB. Pemkab Aceh Besar sejak 2017 hingga sekarang tidak lagi membantu biaya sewa.
Akibat belum cairnya anggaran Pemkab Aceh Besar. Pemilik asrama mewarning mahasiswa Aceh Besar, untuk keluar dari asrama. Masalah biaya sewa asrama Aceh Besar di Yogya, memang tiap tahun menuai masalah. Karena belum ada donatur tetap dan masih belum ada kepedulian yang serius pemerintah Aceh Besar.
Bangun Asrama
Hal ini menyebabkan mahasiswa harus berputar pikiran mencari donatur tetap. Sudah sepatutnya Pemkab Aceh Besar menganggarkan pembangunan Asrama di Yogya. Seperti kabupaten/kota lainnya yang sangat peduli dan membangun asrama untuk menunjang peningkatan Sumber Daya Manusia sebagai aset Aceh Besar.
Menurut Usman, Ketua DPRK Aceh Besar beberapa bulan yang lalu saat pelantikan Pengurus Keluarga Aceh Besar (KABY), berjanji untuk melunasi biaya sewa asrama. Saat itu juga dihadiri berbagai kalangan seperti Prof Farid Wajidi, Prof Irwan Abdullah (Orang Tua Aceh Yogya dan Dosen UGM) dan beberapa anggota DPRK.
Karenanya, Usman menyarankan, sudah seharusnya merealisasikan apa yang pernah di janjikan. Biarpun anggarannya belum cair, karena biaya sewanya tidak terlalu memberatkan. Agar mahasiswa di sana bisa belajar dengan tenang. Tidak takut di gusur, yang bisa menggangu psikologi mahasiswa.
Menurut Usman, Pemkab Aceh Besar dan DPRK sudah saatnya mengalokasikan anggaran tiap tahun baik sewa asrama. Begitu juga beasiswa prestasi dan bantuan pendidikan lain. Seba ini adalah penguatan SDM yang nantinya menjadi aset Aceh Besar di masa depan.
“Merekalah yang nantinya melanjutkan keberlanjutan pembangunan. Menyonsong Aceh Besar yang lebih baik,” pungkas akademisi yang terkenal kritis ini.[andinova | red 01]