Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

halaman7.com  Banda Aceh: Pemerintah Kota Banda Aceh mengimbau warganya untuk tidak merayakan malam tahun baru.

Hal itu disampaikan Walikota Banda Aceh H Aminullah Usmam SEAk MM pada rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Balai Keurukon, Selasa 15 Desember 2020.

Dalam rapat Forkopimda Banda Aceh itu. Disepakati dikeluarkan seruan bersama yang melarang perayaan malam pergantian tahun. Dengan kegiatan pesta atau hura-hura, membakar petasan, kembang api dan sejenisnya hingga balapan liar.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, mengatakan pergantian tahun dengan pesta atau hura-hura dinilai bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam yang diberlakukan di Aceh.

“Sejak dari sekarang tidak boleh ada yang memperjual-belikan mercon, petasan dan kembang api. Dari sekarang kita halaukan itu. Sehingga lebih mudah untuk kita kawal saat pergantian tahun. Kita akan melakukan razia-razia untuk itu,” kata Aminullah.

Pihaknya juga akan melalukan patroli pada malam pergantian tahun dengan mengerahkan aparat gabungan yang telah dibentuk.

“Kita tetap kawal seperti biasa, jika kita tidak kawal, sedikit saja pasti dimanfaatkan. Dengan begitu kita lalukan pengawalan dari kota sampai ke gampong-gampong,” katanya.

Petugas akan menggelar patroli untuk memastikan di Banda Aceh tidak ada perayaan pergantian tahun dengan petasan dan kembang api.[ril | red 01]

Satu tanggapan untuk “Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *