halaman7.com – Langsa: Kepolisian Republik Indonesia (Polri) membangun 40 titik sumur bor bagi warga di lokasi pascabanjir yang melanda Langsa pada akhir Nopember 2026 lalu.
Kepolisian Resor Langsa merealisasikan Program Sosial Polri bersama Ketua Umum Bhayangkari dengan menyediakan bantuan renovasi sumur bor di sejumlah lokasi.
Kapolres Langsa AKBP Hyrowo, Rabu 5 Agustus 2026, meninjau penerimaan bantuan di dua fasilitas pendidikan keagamaan di Langsa. Ini merupakan langkah nyata Polri dalam memastikan akses air bersih bagi masyarakat, khususnya pascabencana banjir hidrometeorologi yang sempat mengganggu pasokan air bersih di Kota Langsa.
Dalam peninjauan tersebut, Kapolres didampingi Kapolsek Langsa, AKP Mulyadi; Wakapolsek, Ipda Ridwan; Kanit Binmas, Ipda Juliardi; Bhabinkamtibmas Gampong Teungoh, Aipda Rahmat Hidayat, serta Geuchik Gampong Teungoh, Syarifuddin SSosI. Turut hadir pula Pimpinan Dayah Darul Fatah, Tgk Zakaria Ahmad dan Pimpinan Balai Pengajian Husaini Al-Aziziyah Tgk. Wardan.
Kapolres meninjau dua titik penerima bantuan, yaitu Dayah Darul Fatah di Gampong Teungoh dan Balai Pengajian Husaini Al-Aziziyah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kegiatan belajar para santri serta memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari warga sekitar.
Kapolres Langsa menegaskan kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat nyata.
“Dengan tersedianya fasilitas air bersih, masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar warga,” ujar Kapolres.
Program ini mendapat sambutan positif dari para tokoh masyarakat dan pengelola lembaga pendidikan. Mereka mengapresiasi langkah Polri yang membantu menyediakan solusi atas persoalan air bersih pascabanjir.[ril | Antoedy]

















