Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa

Catatan: Eddyanto SST

KUMANDANG adzan baru saja terdengar dari Mesjid Baburrahman Gampong (Desa) Alue Canang Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur.

Para personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim Aceh Timur yang sedang diberikan amanah melaksanakan tugas membangun desa di wilayah pedalaman Aceh Timur tersebut dan masyarakat sekitar bergegas menuju masjid guna melaksanakan ibadah shalat subuh berjamaah.

Meski suasana diluar menuju masjid masih terlihat gelap dengan temaram lampu, juga udara hawa dingin yang  menusuk kulit pori pori tubuh  serta embun pagi yang masih membasahi tanaman dan ilalang. Namun tak menyurutkan langkah dan semangat Satgas TNI serta warga Alue Canang untuk menunaikan kewajiban mereka kepada sang Khaliq.

Ini bukan rutinitas semata, namun penghambaan diri dan kewajiban umat Islam/muslim kepada Allah SWT, sang pemilik segalanya.

Gampong Alue Canang adalah salah satu desa di Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, yang secara geografis terletak di ujung Timur Kabupaten Aceh Timur.

Desa ini berlokasi strategis dengan luas wilayah sekitar 2.676 Ha, terbagi dalam 4 dusun (Teungoh, Suka Makmur, Suka Jadi, Suka Harjo) dengan aksesbilitas berjarak sekitar 15 KM dari ibukota Kecamatan Birem Bayeun, ditempuh dalam 35 menit.

Sejarah Gampong

Gampong Alue Canang merupakan sebuah Gampong yang terletak di ujung Timur Kabupaten Aceh Timur. Secara geografis masuk dalam wilayah Kecamatan Birem Bayeun.

Cerita asal muasal berdirinya Gampong Alue Canang sendiri dimulai dari cerita sekelompok masyarakat yang merantau atau mandah dari kabupaten Pidie dan Kota Langsa.

Nama Gampong Alue Canang berasal dari sebuah alur yang mana ketika turun hujan dialur tersebut berbunyi suara canang.

Gampong Alue Canang sudah ada sejak Zaman penjajahan Belanda, Orang pertama yang datang dan bermukim di Alue Canang yaitu para perantau dari kalangan Ambon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur (Simpang Ulim), Pidie(Sigli) dan Kota Langsa (Gampong Teungoh, Alue Brawe, dan Paya Bujok). Merekahlah yang memberi nama pemukiman tersebut dengan nama Alue Canang.

Dibuka

Pemberian santunan bagi anak-anak dii lokasi TMMD.]FOTO: h7 – dok Satgas],

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 128 tahun anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim Aceh Timur resmi dibuka di Lapangan Bolakaki, Desa Alue Canang, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Rabu 22 April 2026.

Hajatan besar TNI AD ini mengusung tema “Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”. Acara pembukaan ini berlangsung sukses dimana animo dan kehadiran masyarakat Alue Canang cukup tinggi ke lokasi pembukaan TMMD.

Bahkan barisan pelajar Sekolah Dasar dan elemen masyarakat lainnya  dengan melambaikan bendera merah putih kecil menyambut datangnya Bupati Aceh Timur, pejabat pejabat militer Kodam Iskandar Muda, Korem 011 Lilawangsa, Kodim Aceh Timu, Forkopimda dan tamu undangan lainnya menambah semarak suasana pembukaan.

Baca Juga  Kapolda Aceh: Pemilu 2024 Jauh Lebih Kompleks

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Alfaraky bertindak sebagai inspektur upacara. Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan kesiapan pelaksanaan TMMD, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerja sama, serta penyerahan sarana kerja secara simbolis kepada perwakilan pelaksana di lapangan.

Dalam amanatnya, Bupati Aceh Timur menegaskan TMMD merupakan program strategis lintas sektoral yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan daerah. Khususnya di wilayah pedesaan yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program ini.

TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup dan perekonomian desa. Karena itu, dukungan dari seluruh elemen sangat diperlukan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Dandim Aceh Timur, Letkol Inf Novi Widyanto, menjelaskan sasaran fisik TMMD ke 128 meliputi pengerasan jalan sepanjang 2.200 meter, pembangunan gorong-gorong, perbaikan tempat pembuangan akhir (TPA), rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan MCK, serta penyediaan sumber air bersih bagi masyarakat.

Berpacu Dengan Waktu

Hari demi hari, waktu demi waktu, tim, Satgas TMMD terus berjibaku membangun Alue Canang. Tidak saja pembangunan fisik, infrastruktur,sarana prasara gampong namun juga pembangunan non fisik seperti mental idiologi, keagamaan, ketahanan pangan dan edukasi kesehatan,Keluarga Berencana dan lainnya.

Salah satu sasaran utama dan sangat didambakan warga adalah pembangunan jalan TMMD yang menyatukan Gampong Alue Canang dan Jambo Labu. Dalam sasaran ini Satgas melakukan pembukaan dan penegarasan jalan sepanjang 2200 meter.

Hadirnya jalan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jalan ini bukan hanya sebagai penghubung antar desa, tetapi juga membuka akses ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Perwira Pengawas (Pawas) TMMD, Lettu Inf Muslim mengatakan pihaknya berharap hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar tetap awet dan dapat digunakan dalam waktu yang lama,” pesannya.

Air Sumber Kehidupan

Air sebagai sumber kehidupan, tak terlepas sebagai kebutuhan vital warga Alue Canang. Karenanya dalam hajatan TMMD ke 128 tahun ini, Satgas TMMD memprioritaskan pembangunan air bersih di desa pedalaman yang  dipimpin Geuchik, Razali.

Personel Satgas melaksanakan pemasangan tower air bersih dari tahapan pemasangan konstruksi tower hingga ujicoba  debit air agar fasilitas tersebut dapat segera difungsikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan sekitarnya.

Baca Juga  TMMD Buket Meutuah Membangun Kebersamaan

Pembangunan sarana air bersih ini juga  merupakan salah satu sasaran penting TMMD dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat hususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar air bersih bagi warga.

Sementara itu senyum sumringah juga dirasakan tiga warga paruh baya desa ini yang mendapatkan manfaat langsung dari giat TMMD.

Senyum dan sujud syukur terpancar dari wajah Cut Faridah, Ruqaiyah dan Mariana yang Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik mereka juga akhirnya direhab menjadi Rumah Layak Huni dan Sehat.

Rumah yang seharusnya menjadi istana bagi setiap keluarga ,namun sebelum program TMMD ini hadir, ketiga wanita paruh baya ini beserta keluarganya hanya bisa menikmati rumah yang tidak layak meski tidak mengurangi rasa syukur mereka kepada yang Maha Kuasa Allah SWT.

Masyarakat Alue Canang ,terutama para orangtua dan anak anak mereka.juga tersenyum gembira karena bapak-bapak TNI dari Kodim  Aceh Timur, Korem Lilawaangsa dan Kodam Iskandar Muda ini juga menghadirkan TPA Taman Pendidikan Alquran dan juga pembangunan plat beton gorong gorong.

Apresiasi

Pengerjaan jembatan dan jalan oleh Satgas TMMD.[FOTO: h7 – dok Satgas]
Ketua Tim Irintel Itjenad, Brigjen TNI Aulia Fahmi Dalimunte, dan rombongan saat melakukan pengawasan dan  evaluasi (Wasev), Sabtu 2 Mei 2026 memberikan apresiasi atas progres  pembangunan yang telah dilaksanakan tersebut.

Brigjen TNI Aulia Fahmi Dalimunte menekankan tujuan utama TMMD Ke-128 adalah untuk mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui sinergi TNI dan warga desa. Diharapkan agar kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Kegiatan TMMD ke 128 di Desa Alue Canang ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam membangun negeri dari desa, serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan Kabupaten Aceh Timur.

Historis TMMD

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD )yang awalnya dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD), merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah daerah tertinggal ,terisolasi ,pinggiran dan terbelakang.

TMMD sebagai salah satu wujud Operasi Bakti TNI yang sinergis terintegrasi dan terorganisasi,memiliki maksud tujuan dan manfaatnya yang jelas baik bagi kepentingan TNI, masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota.

Dulu, saat masih dinamakan AMD, awal penyelenggaraan didasarkan karena adanya Amanah Presiden, Soeharto pada Hari Ulang Tahun ABRI ke XXXIII, 5 Oktober 1978 yang secara garis besar mengajak segenap warga ABRI untuk meresapkan dan.menghayati kembali kemanunggalan ABRI dengan Rakyat.

Baca Juga  Jelang Idulfitri, Tukang Pangkas Diserbu Warga

Kemanunggalan tersebut pernah terwujud dalam sejarah pembentukan bangsa Indonesia, untuk itu Presiden Soeharto mengharapkan kemanunggalan ABRI dengan Rakyat harus semakin diperkuat demi suksesnya tugas sejarah yang diletakkan dipundak ABRI.

Tindak lanjut dari ajakan Presiden kedua Republik Indonesia tersebut untuk konkretisasi kemanunggalan ABRI dengan Rakyat, Menteri Hankam Pangab pada saat itu menetapkan strategi ABRI masuk  Desa sebagai bagian integral dari strategi dasar Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Program andalan strategi ABRI Masuk Desa yang pada awalnya merupakan konkretisasi kemanunggalan ABRI dengan Rakyat, dalam perkembangannya berhasil meningkatkan kemanunggalan ABRI dengan Rakyat,sehingga rakyat secara sukarela siap mendukung tugas ABRI manakala negara membutuhkan.

Strategi ABRI Masuk Desa ternyata menjadi program andalan bagi pemerintahan Presiden Soeharto pada saat itu.Program tersebut yang pada awalnya untuk mencapai kemanunggalan ABRI dengan Rakyat,ternyata berimbas positif dalam percepatan pelaksanaan program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah.

Strategi ABRI Masuk Desa sangat membantu percepatan pembangunan,terutama pembangunan di desa desa terpencil yang mengalami kesulitan karena kondisi geografis,sehingga sulit dijangkau pembangunan.Melalui program ini persoalan tersebut dapat diatasi bahkan sangat menghemat pengeluaran anggaran pemerintah.

Reformasi ABRI

Seiring dengan adanya reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI melalui upacara pemisahan pada 1 April 1999, ABRI Masuk Desa berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Perubahan sebutan dari ABRI Masuk Desa menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya. Selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara , bela negara dan disiplin nasional.

Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program program Manunggal lainnya seperti TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera,TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI.Semoga![]

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 128 tahun 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *