STIS Al-Aziziyah Sabang Wisuda 53 Lulusan

Walikota Sabang Ikut Hadir

STIS Al-Aziziyah Sabang Wisuda 53 Lulusan.[FOTO: h7 - dok humas pemko]

halaman7.com – Sabang: Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah, Sabang mewisuda 54 mahasiwanya yang telah lulus pendidikan di kampus tersebut. Wisuda tersebut turut dihadiri Walikota Sabang, Zulkifli H Adam.

Dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan III Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Al-Aziziyah Sabang ini sebanyak 54 wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam.

Berdasarkan laporan akademik panitia, seluruh rangkaian evaluasi tugas akhir atau skripsi dan verifikasi kelengkapan administrasi akademik telah diselesaikan sebelum penetapan kelulusan.

Dari 54 lulusan tersebut, terdiri dari 37 orang yang berasal dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan 17 orang dari Program Studi Hukum Keluarga Islam. Capaian akademik para lulusan juga tercatat cukup baik, dengan 16 mahasiswa meraih predikat cumlaude, 24 orang predikat istimewa, dan 14 orang predikat baik sekali.

Sebelum menghadiri prosesi tersebut, Walikota Sabang turut menjemput rombongan pendiri STIS Al-Aziziyah, Abu Syaikh H Hasanoel Bashry HG atau Abu Mudi, bersama Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al-Aziziyah Samalanga, dr Tgk Muhammad Thaifur, di Pelabuhan Balohan.

Wali Kota Sabang mengatakn, kehadiran lembaga pendidikan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda Sabang. Sekaligus memperkuat pembinaan ilmu dan agama di daerah. Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan diri setelah menyandang gelar sarjana.

“Adik-adik jangan pernah berhenti belajar. Teruslah berinovasi dan manfaatkan peluang yang ada di Sabang. Yang paling penting, jangan lupa doa orang tua dan guru, karena keberhasilan kita tidak terlepas dari doa dan bakti kepada mereka,” kata Zulkifli, di Kampus STIS Al-Aziziyah Sabang, Rabu 16 September 2026.

Baca Juga  Seniman Dapat Dubako dari Dispar Banda Aceh

Sementara itu, Abu Mudi mengatakan pendidikan Islam bukan sekadar upaya mencetak sarjana, tetapi merupakan ikhtiar membangun manusia yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Menurutnya, momentum wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Wisuda bukan akhir dari belajar, tetapi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Jadilah sarjana yang bermanfaat, berintegritas, memiliki kompetensi, dan tetap beriman serta beradab,” ujar Abu Mudi.[ril | M Munthe]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *