Antisipasi Kabut Asap, Pemko Langsa Alihkan Pembelajaran Sekolah ke Daring Selama Sepekan

halaman7.com – Langsa: Pemerintah Kota Langsa mengalihkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring selama sepekan, mulai Senin 19 Oktober 2026.

Kebijakan ini diambil untuk melindungi kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik menyusul kondisi kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat akibat kabut asap.

Pengalihan pembelajaran berlaku bagi satuan pendidikan jenjang PAUD/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan sederajat hingga Senin 26 Oktober 2026 atau sampai ada pemberitahuan lebih lanjut berdasarkan perkembangan kualitas udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Langsa, Dra Suhartini MPd, mengatakan kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Walikota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, sebagai langkah antisipasi terhadap dampak paparan kabut asap.

Keselamatan dan kesehatan peserta didik serta tenaga pendidik menjadi prioritas utama. Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat, untuk sementara pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring selama sepekan.

“Selanjutnya, kebijakan ini akan dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan kualitas udara,” ujar Suhartini.

Dijelaskannya, selama PJJ berlangsung, proses pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing dengan memanfaatkan sejumlah platform digital, seperti WhatsApp Group, Google Classroom, dan Zoom Meetings.

Jadwal pelajaran akan disampaikan oleh wali kelas melalui grup kelas masing-masing. Sementara itu, absensi peserta didik tetap dilakukan setiap pagi secara digital sesuai ketentuan sekolah.

Suhartini turut mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak membatasi aktivitas di luar rumah, menjaga kondisi kesehatan dan memperbanyak minum air putih. Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, anak-anak disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan kabut asap.

“Kami meminta dukungan orang tua untuk memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama pembelajaran daring, menghindari aktivitas di luar ruangan, dan menjaga kondisi kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga  Pemerintah Pusat ikut Biang Kegaduhan LKS Aceh

Apabila terpaksa keluar rumah, anak-anak diharapkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.

Sementara itu, pelaksanaan tugas guru akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan kebutuhan pembelajaran. Guru dapat bekerja dari sekolah (Work from School/WFS) apabila diperlukan untuk memfasilitasi pembelajaran daring. Namun, jika kabut asap terlalu pekat dan perjalanan dinilai membahayakan, guru dapat bekerja dari rumah (Work from Home/WFH).

Pihak sekolah juga diminta memantau perkembangan kondisi lingkungan dan berkoordinasi dengan dinas terkait. Informasi mengenai dimulainya kembali pembelajaran tatap muka akan disampaikan setelah evaluasi terhadap kondisi kualitas udara dilakukan.

Pemerintah Kota Langsa mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk mendukung kebijakan tersebut demi menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi pemerintah mengenai perkembangan kualitas udara dan kebijakan pembelajaran selanjutnya.[ril | Antoedy]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *