LELAKI berkarakter tenang, cendrung pendiam, tak banyak bicara, namun suka berkerja dalam senyap. Sekilas orang yang baru mengenalnya, sosok berperawakan jangkung ini, terkesan sombong. Tapi saat sudah mengenalnya lebih dekat, dia adalah sosok yang ramah, teman ngobrol yang mengasikan.
Berbicara untuk hal-hal yang tak terlalu penting, kalimat yang keluar dari bibir hitam penikmat 234, hanya seperlunya saja. Tapi jangan bicara soal roh PWI, kalimat singkat yang tadinya keluar bisa berurai panjang, sepanjang jalan kenangan yang tak mungkin dilupakan.
UU No 40/1999 tentang pers, kode etik jurnalistik dan regulasi lainnya menyangkut keorganisasian PWI dilalap habis oleh wartawan yang dibesarkan di Harian Waspada, terbitan Medan Sumatera Utara ini.
Ya.. sosok itu adalah pemilik nama Muhammad Zairin. Nama satu ini, saat ini lagi jadi pembicaran hangat kalangan wartawan di Aceh, khususnya di PWI Aceh. Pasalnya, suami dari Evi ini, kini lagi mempersiapkan diri untuk menuju singgasana Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DPK) PWI Aceh.
Kelihaiannya dalam menguasai UU Pers, KEJ dan banyak regulasi keorganisasian ini, tak terlepas dari latar belakang pendidikan, dimana Zairin merupakan jebolan Fakultas Hukum UNiveristas Syiah Kuala (USK) yang kala itu masih bernama Unsyiah.
Zairin yang memulai karier jurnalistiknya dari Lhokseumawe/Aceh Utara itu bergabung di PWI sejak 1 Januari 2003. Konflik bersenjata di Aceh kala itu memaksanya hijarah ke Banda Aceh, guna memperkuat barisan wartawan Waspada di Banda Aceh.
Dari latar belakang pendidikan dengan gelar Sarjana Hukum (SH) itu pula, setelah dua tahun bergabung dengan PWI Aceh, Zairin langsung dipercaya menjadi Wakil Ketua Seksi Wartawan Hukum dalam kepengurusan PWI Aceh periode 2005-2010.
Lima tahun setelah kepengurusan pertama di jalaninua, karier organisasinya langsung melonjak tajam. Dimana masa kepengrusan 2010-2015, dan 2015-2021, kursi Wakil Sekretaris II PWI Aceh dipercayakan padanya.
Selam periode 2010–2015 dan 2015–2020 ini, perannya sebagai juru taktik jalananya roda organisasi dijalankannya dengan penuh tanggungjawab dan dedikasi tinggi. Hingga akhirnya dimasa kepengurusan periode 2021–2026, posisi Sekretaris PWI Aceh dipercayakan padanya di bawah komando Nasir Nurdin sebagai Ketua PWI Aceh.
Selain masih menjabat Sekretaris PWI Aceh, saat ini Pemred Indojayanews.com dan Penapos.co.id, dipercaya juga menjadi Wakil Ketua Forum Pimred Multi-Media Indonesia (FPMI) Aceh.
Bagi pengemar ikan Cupang ini, jabatan-jabatan tersebut tidak pernah dimintanya. Melainkan amanah yang diberikan dan harus diembannya dalam berorganisasi.
“Sejak awal diberikan jabatan di PWI Aceh ini, saya tidak pernah meminta dan menawarkan diri,” tegasnya.
Bahkan kelihaiannya dalam menata organisasi ini, sempat mendapat pengakuan hebat dari mantan Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman. Kala itu, saat kembali dari Aceh Barat mengikuti kegiatan PWI di dalam mobil Tarmilin berucap: “PWI ini memang punya kalian bertiga, menyo na awak kah bereuh mandum.”
Kemahirannya dalam menyusun taktik dan strategi ini, bukan saja lokalan internal PWI saja, Pemerintah Aceh pun kerap mempercayakannya. Hal ini, bisa dilihat dengan ditunjukanya Zairin sebagai tim Penyusun Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana Aceh (RAD-PRB Aceh), berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/682/2009 tanggal 9 November 2009.
Lalu, Tim Penyusun Rencana Aksi Daerah Pengurangan Resiko Bencana Aceh (RAD-PRB Aceh), Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/95/2010 tanggal 26 Juli 2010; Tim Penyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPP) Aceh Tahun 2012-2016, Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/49/2011 tanggal 28 Februari 2011.
Tim Penyusun Zona Prioritas Banjir Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur, BPBA Tahun 2012; Tim Penyusun Rencana Kontijensi (Renkon) Gunung Api Seulawah Agam, Aceh Besar, BPBA Tahun 2013.
Dalam beroragnisasi, Redaktur Pelaksana infoaceh.net juga tak perlu diragukan lagi, sejumlah posisi strategis pernah dipegangnya, diantaranya Bagian Pendidikan dan Kaderisasi Pengurus Wilayah Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banda Aceh; Wakil Ketua I Pengurus Wilayah RAPI Banda Aceh
Lalu, Bidang Humas, Publikasi dan Media Dewan Pengurus Lembaga Hukom Adat Laot/Panglima Laot Aceh Periode 2010-2016; Kepala Sekretariat Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) PWI Provinsi Aceh, psda 2013-2022;Anggota Dewan Pengawas Personalia Kepengurusan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI); Ketua Bidang Inovasi Organisasi Pengurus Daerah RAPI Provinsi Aceh.
Jalankan Amanah

Dengan keyakinan penuh, Berkas pencalonan sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Aceh periode 2026–2031 dengan mengantongi 100 dukungan anggota, telah diserahkan Sekretaris Steering Committee (SC) Konferprov ke 13 PWI Aceh 2026.
Jumlah itu jauh melampaui syarat minimal yang ditetapkan panitia Konferensi Provinsi XIII PWI Aceh.
Pemegang sertifikat tingkat Dasar Hukum Humaniter Internasional, dari Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM), mengaku siap berkolaborasi dengan Ketua PWI Aceh terpilih.
“Nah, jika dipercayakan saya sebagai Ketua DKP PWI Aceh nantinya saya akan mengerahkan pikiran dan tenaga saya untuk seluruh anggota PWI di seluruh Aceh, ” kata Zairin.
Sekretaris Dewan Pertimbangan Pengurus Serikat Penerbitan Pers (SPS) Provinsi Aceh ini telah siap menjalankan amanah apabila dipercaya memimpin lembaga (DKP) tersebut sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PWI.[andinova]

















