Dampak Larangan Umrah, Nasib 5.000 Calon Jemaah Aceh Belum Jelas

Dr Ricky Alfanda
Dr Ricky Alfanda

halaman7.com – Banda Aceh:  Sedikitnya 5000 jemaah umrah asal Aceh hingga saat ini belum bisa ditentukan nasibnya kapan bisa menunaikan ibadah umrah ke Arab Saudi, akibat dampak larangan pemerintah Arab Saudi untuk menerima jemaah umrah dari berbagai negara termasuk dari Aceh, Indonesia.

.5.000 calon jemaah umrah ini sudah terdaftar dan dijadwalkan berangkat ke tanah suci. Namun, akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melarang masuk jemaah umrah, akibat dampak virus corona ini, kini nasib mereka harus menunggu kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi.

Wakil Ketua Kesatuan Travel Umrah/Haji Aceh (Katuha), Dr Ricky Alfanda mengatakan, ke 5.000 jemaah ini berasal dari 15 travel umrah dan haji yang ada di Aceh. Mereka ini harus menunggu pengumuman resmi dari pemerintah Arab Saudi untuk membuka kembali pintu umrah bagi jemaah yang ingin beribadah.

Bahkan, menurut Ricky Alfanda, akibat penutupan ibadah umrah ini, kerugian di perkirakan bisa mencapai Rp10 miliar, dengan estemisi masing-masing biaya umrah sebesar Rp20 Juta per orang. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan bagi para pengelola trevel yang ada di Aceh.

“Dalam sepekan terakhir ini saja, kita terpaksa penjadwalan ulang (reschedule) sebanyak 1.200 jemaah umrah yang akan berangkat ke tanah suci,” jelas Ricky Jumat 28 Februari 2020 di Banda Aceh.

Dikatakan, ke 1.200 jemaah Aceh tersebut sebanyak 700 jemaah yang berangkat via Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara dengan transit di Malaysia. Mereka merupakan jemaah yang berasal dari Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Selatan.

Sedangkan jemaah yang berangkat dari Bandara Sultan Inkandar Muda (SIM) Blang Bintang Aceh Besar ada sebanyak 500 jemaah.[red 01]

Satu tanggapan untuk “Dampak Larangan Umrah, Nasib 5.000 Calon Jemaah Aceh Belum Jelas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *